Anggota DPRD Gadaikan SK ke Bank: Rocky Gerung: Otaknya di mana?

rocky gerung
Rocky Gerung.

Inisiatifnews – Filsuf, Rocky Gerung menilai bahwa fenomena adanya anggota DPRD terpilih periode 2019-2023 yang menggadaikan Surat Keputusan (SK) penetapan mereka menjadi anggota dewan ke Bank untuk mengambil kredit adalah tindak yang konyol.

Ia menyebut, para anggota Dewan itu menunjukkan rendahnya etika dan moral mereka sebagai wakil rakyat.

Bacaan Lainnya

Public etic tidak bekerja. Rakyat pilih anggota DPR beri mandat pada dia dan mandat itu digadaikan ke bank untul dikredit. Di mana otaknya?,” kata Rocky Gerung di Gedung Joeang 1945, Rabu (18/9/2019).

Soal digadaikannya SK tersebut, Rocky juga mengaku mendapatkan langsung kabar itu dari pelakunya. Namun ia tak bersedia menyebutkan anggota dewan mana yang melakukan tindakan semacam itu.

“Saya dapat cerita bukan sekedar dari koran tapi (dikasih tahu) pelakunya langsung yang melakukan itu,” ujarnya.

Selain itu, Rocky juga menyesalkan mengapa Bank pun menerima pola semacam itu.

“Mandat dia setelah dilantik itu digadaikan ke bank dan banknya mempersilahkan begitu dan mengajak teman-temannya begitu karena bank tau kreditnya akan terbayar,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa beberapa anggota dewan di DKI Jakarta dikabarkan telah “menyekolahkan” SK pengangkatan mereka sebagai wakil rakyat ke Bank DKI Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Perusahaan Bank DKI Jakarta, Herry Djufraini. Ia mengatakan bahwa kredit diberikan lantaran gaji anggota DPRD DKI melalui Bank DKI.

Syarat yang diberikan kepada anggota legislatif tersebut tidak berbeda dengan nasabah lainnya. “Sudah ada beberapa anggota dewan mengajukan dan telah menerima fasilitas kredit di Bank DKI,” kata Herry kepada wartawan, Kamis (19/9).

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya, Oslan Khaerul Falah mengatakan hingga hari ini, sudah ada 15 anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang ia bantu persyaratannya untuk ‘menyekolahkan’ SK-nya ke bank.

“Sudah ada 15 anggota yang mengajukan sekitar 40 persen-lah,” kata Oslan Khaerul Falah saat dijumpai, Selasa (10/9).

Namun dia tidak membuka secara detail jumlah pengajuan ke bank oleh masing-masing anggota dewan ke bank. “Mungkin di atas seratus juta, di kisaran ratusan,” ujarnya. []