Sandi Sebut Jadi Oposisi Lebih Berwibawa di Mata Masyarakat

Sandiaga Uno bersama Kwik Kian Gie di Kediamannya, Jakarta Selatan. (Twitter @sandiuno)

Inisiatifnews – Sandiaga Salahuddin Uno menilai bahwa dalam hidup berdemokrasi harus ada pihak penyeimbang. Tujuannya agar kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan tetap berada di jalur yang tepat sesuai kepentingan rakyat.

“Dalam demokrasi itu harus ada check and balance. Ada yang berkuasa, namun kebijakan-kebijakannya harus ada yang memantau dan mengoreksi,” kata Sandi, Rabu (3/7/2019).

Bacaan Lainnya

Usai terpilihnya Joko Widodo dan KH Maruf Amin dalam Pilpres 2019 menunjukkan bahwa secara legal konstitusi telah ada Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Maka dari itu, Sandi menyatakan akan tetap membantu pemerintahan tersebut tetap berjalan sesuai dengan jalur yang tepat.

“Secara strategis posisi kita akan sangat baik kalau kita bisa membantu pemerintah dari luar sebagai mitra dalam memantau dan mengoreksi kebijakan,” ujarnya.

Membantu pemerintahan menurut Sandi tidak harus berada di dalam pemerintahan itu sendiri, melainkan bisa dilakukan dari luar sehingga kontrol yang tepat dapat dilakukan.

Bagi Sandi, menjadi oposisi adalah salah satu pilihan yang paling tepat untuk memberikan kontrol kepada pemerintahan tersebut. Bahkan berada di oposisi dengan tanpa unsur kepentingan tertentu dalam kaitan pembagian jatah kekuasaan akan jauh lebih baik termasuk bagi masyarakat luas.

“Saya yakin menjadi oposisi yang loyal, yang kritis, konstruktif dan terus mengoreksi langkah-langkah pemerintah tanpa ada kepentingan apapun akan lebih terhormat dan berwibawa di mata masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, Sandi menyatakan dirinya sebagai pengusaha bersama dengan entitas entreprenuershipnya, yakni Rumah Siap Kerja dan One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE) akan membantu pemerintah dalam sektor ketenagakerjaan dan perbaikan ekonomi masyarakat.

“Saya melalui Rumah Siap Kerja dan OK OCE akan terus bekerja untuk masyarakat. Kita akan entaskan kemiskinan dan pengangguran lewat penciptaan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, serta mengkontrol harga-harga bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau,” tutup Sandi.

[SA]

Temukan kami di Google News.