Amien Rais Sebut People Power, Pengamat: Itu People Ngamuk

Karyono Wibowo
Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai seruan Amien Rais tentang gerakan People Power justru menjadi lucu-lucuan semata. Apalagi jika disejajarkan dengan kekecewaan pihaknya saat ini yang sementara kalah berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei kredibel di Indonesia itu.

“Itu bukan people power. Itu people ngamuk. Emosional,” kata Karyono dalam diskusi di bilangan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Karyono, seruan gerakan people power yang digaungkan oleh Amien Rais bukanlah untuk menganulir kekalahan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pilpres 2019, bahkan lebih dari itu.

Karyono menyebut bahwa people power harus memenuhi sejumlah prasyarat jika merujuk pada teori sosial, di antaranya ada faktor obyektif dan subyektif. Faktor obyektif yaitu jika terjadi kesenjangan kemiskinan yang begitu lebar, pembungkaman kebebasan berpendapat, pemerintahan yang korup, dan otoriter.

“Itu pun masih belum cukup. Kadang-kadang ditambah lagi faktor eksternal, adanya kondisi krisis ekonomi,” katanya.

Faktor obyektif itu, kata Karyono, akan bertemu faktor subyektif, yaitu adanya aktor-aktor yang dipercaya masyarakat untuk melakukan perubahan.

Jika sudah memenuhi semua prasyarat itu, gerakan massa yang terjadi bisa disebut dengan people power.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi, mengaku tak yakin people power bakal terjadi.

Ia menilai, people power muncul karena banyak pemicu, yaitu faktor sosial, politik, dan ekonomi yang bertemu, juga kondisi obyektif dan subyektif yang muncul menjadi sebuah gerakan massa.

“Sepanjang restoran masih ramai, mal ramai, anda masih bisa naik Grab dan Gojek, langganan kuota sehingga streaming tidak buffering, maka saya ragu people power,” ujar Ade.

Temukan kami di Google News.