Inisiatifnews – Sandiaga Uno akhirnya menjawab isu yang menyebut ia akan kembali menduduki kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. Cawapres nomor urut 02 ini menegaskan, kursi Wagub DKI sudah menjadi jatah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ikut mengusung dirinya bersama Anies Baswedan pasa Pilgub 2017 lalu.
“Saya sampaikan sekali saja dan saya enggak akan ngulang lagi, bahwa Wakil Gubernur DKI sudah ditentukan dan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). End of question, no more discussion. Bahwa PKS sudah mengajukan dua nama, dan dua nama tersebut yang ada di DPRD,” tegas Sandi di Kediamannya, Jakarta Selatan.
Karenanya, dia meminta DPRD DKI segera memproses pemilihan Wagub DKI. Seperti diketahui, hingga saat ini proses pemilihan pengganti Sandi belum jelas di Kebon Sirih. PKS juga telah mengajukan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
“Mari teman-teman DPRD, lakukanlah prosesnya, pilih segera agar tentunya kinerja Pemprov DKI akan menjadi lebih baik. Tugas Pak Anies bisa dibantu dengan Wagub-nya, dan saya sampaikan, mari para politisi jangan kedepankan pribadi, kepentingan rakyat Jakarta diutamakan,” imbau Sandi kepada DPRD DKI Jakarta..
Diingatkannya, Anies mesti segera mendapatkan pendamping. Sandi pun menegaskan kembali, ia berharap publik dan pihak-pihak tertentu jangan lagi bikin isu dirinya akan kembali mengambil alih kursi wagub yang sudah ia tinggalkan selama menjadi cawapres. Sandi ingin isu ini tidak digoreng-goreng lagi.
“Pak Anies perlu wakilnya, cepat tunjuk. Prosesnya sudah jalan dan jangan dipolitisasi lagi. Saya rasa enough is enough, sudah cukup. Jangan diolah-olah lagi, jangan digoreng-goreng lagi. Ini sudah merupakan keputusan bahwa PKS yang mendapatkan kursi wagub, segera diputuskan,” tandasnya.
Sejak Sandi maju cawapres dan ngundurin diri pada Agustus 2018 lalu, kursi Wagub DKI Jakarta masih kosong. Meski DPRD sudah sepakat akan membentuk panitia khusus (pansus), namun pemilihan Wagub DKI masih mandeg. Dari sembilan fraksi di Kebon Sirih, baru ada enam yang menyerahkan nama anggota Pansus untuk kelanjutan pemilihan wagub DKI Jakarta yang baru. Tiga fraksi lainnya yakni Demokrat, Gerindra dan PDIP sampai saat ini belum menyerahkan.
“Yang belum menyerahkan anggota Pansus masih tiga fraksi, sisanya sudah semua, yang terakhir menyerahkan nama kemarin itu Fraksi Golkar,” kata Sekretaris Dewan DPRD DKI M Yuliadi.
Dikatakannya, proses pemilihan Wagub DKI akan kembali dilanjutkan saat seluruh fraksi sudah menyerahkan daftar pansus. “Kalau dari semua fraksi udah masuk baru kita bikinin SK. Biar nanti Pak Ketua (DPRD) yang dorong,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berdalih, lambatnya proses pemilihan Wagub DKI karena belakangan ini anggota dewan Kebon Sirih sibuk kampanye untuk Pemilu 2019. “Sekarang sudah ada dua nama kan, itu pun belum kita lanjuti. Sampai hari ini, belum diparipurnakan. Kemarin, masing-masing mereka, anggota masih sibuk dengan kampanye,” ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta. (FMQ)
