Wakil Ketua MPR RI Sayangkan Rakyat Saling Caci Maki Gara-gara Politik

Inisiatifnews – Wakil Ketua MPR RI Mahyudin miris dengan perilaku saling hina dan caci di media sosial di tengah kontestasi Pemilu serentak saat ini.

Mahyudin menyebut, kemajuan teknologi menjadi dua sisi mata pisau. Selain berdampak positif, perkembangan teknologi ini pelan-pelan menghabisi dan menghilangkan jati diri masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Di balik teknologi, kita tidak sembunyi-sembunyi lagi memaki dan mencaci orang,” ujar Mahyudin saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Tanah Grogot, Kalimantan Timur, Selasa (12/03/2019).

Bersembunyi di balik kebebasan berpendapat dan demokrasi, dibantu teknologi, ungkap Mahyudin, orang dengan sangat mudah mengedit foto yang digunakan untuk menghina dan merendahkan yang lain.

“Presiden, Pak Jokowi difitnah. Buat lucu-lucuan. Saya bilang, kalau Presiden jangan, cari yang lain buat lucu-lucuan. Hormati karena Presiden simbol negara. Kalau bukan kita yang menghormati Presiden, siapa lagi?” imbau Politikus Partai Golkar ini.

Mahyudin menyebut, silakan saja siapapun memiliki pilihan capres-cawapres masing-masing. Soal pilihan dalam pemilu, siapapun, tidak boleh memaksa dan mengintimidasi. Yang paling penting, perbedaan pilihan ini jangan membuat orang saling hina dan mau diadu domba.

“Urusan pemilu ini, kalau tidak suka Jokowi, jangan pilih lagi. Tak suka Prabowo, jangan pilih. Kalau suka Jokowi, suka Prabowo silakan dipilih. Bebas saja. Tapi jangan saling hina,” imbaunya.

“Jati diri bangsa, saling gotong royong dan hormat menghormati jangan sampai tergerus karena apapun. Keutuhan dan kedaulatan NKRI tak henti-hentinya dirongrong oleh berbagai pemberontakan. Ada PKI 48, 65, Permesta, GAM, OPM, RMS dan lainnya. Tapi kita masih kokoh. Yang bisa menghancurkan keutuhan Indonesia adalah kalau kita, antar saudara mau diadu domba,” tandas Mahyudin.

[FMK]