Pengamat Harap Jawa Jadi Atensi Kerawanan Pilpres 2019

Adi prayitno
Pengamat politik, Adi Prayitno. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengharapkan agar pulau jawa menjadi zona kerawanan pilpres 2019.

Salah satu alasannya adalah tensi politik yang semakin tinggi di tiga lumbung suara nasional itu sejak pilkada 2018 hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

“Ada sekitar 31 juta pemilih membuat Jabar primadona. Eskalasi akan semakin kuat. Jatim jadi medan pertempuran hampir sama dengan Jabar. Dan Jateng adalah wilayah yang memberikan surpluse kekalahan kepada Prabowo. Jokowi unggul 6,5 juta,” kata Adi dalam diskusi dengan tema “Potensi Ancaman dan Kerawanan Pemilu Serentak 2019” yang digelar oleh IPI di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Apalagi ditambahkan Adi, bahwa Jawa adalah lumbung suara yang bisa memenangkan pemilu Presiden karena basis suara yang lebih banyak.

“Jawa adalah kunci pemenangan pilpres 2019. Karena akumulasi suara Jabar, Jateng dan Jatim adalah setengah dari suara di Indonesia. Kemudian ada Sumut dan Lampung,” tandasnya.

“Makanya wilayah-wilayah itu yang menjadi atensi dan masuk indeks kerawanan,” imbuhnya.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa pemilu seharusnya berjalan dengan baik dan kondusif. Maka salah satunya adalah dengan meletakkan tanggungjawab pemilu tidak hanya kepada penyelenggara pemilu saja, melainkan kepada diri masing-masing seluruh rakyat Indonesia.

“Saya sebagai peneliti dan dosen bahwa proses politik yang ajib dan berkualitas adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya KPU dan Bawaslu,” tegasnya.

Temukan kami di Google News.