Aksi Protes Massal Kematian George Floyd Berpotensi Tingkatkan Kasus Covid-19

Aksi unjuk rasa solidaritas anti rasisme terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Inisiatifnews.com – Aksi unjuk rasa yang digelar masyarakat Amerika Serikat dalam upaya memberikan sumbangsih moral usai kematian George Floyd oleh polisi Amerika masih berlangsung sampai saat ini.

Sayangnya, aksi yang digelar di tengah pandemi Covid-19 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi otoritas kesehatan negeri paman sam itu, terkait dengan potensi peningkatan jumlah kasus positif Korona.

Bacaan Lainnya

“Aksi unjuk rasa antirasisme yang dihadiri oleh ribuan orang di London dan kota-kota besar Inggris lainnya tak diragukan berisiko menyebabkan lonjakan baru kasus COVID-19,” kata Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

Ribuan orang hadir dalam aksi protes pada Sabtu (6/6) untuk menyuarakan amarah mereka terhadap kebrutalan polisi pascapembunuhan George Floyd di Minneapolis. Mereka turun ke jalan dengan mengabaikan imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan lantaran risiko COVID-19.

Ketika ditanya saat wawancara dengan saluran berita Sky News apakah lebih mungkin jumlah partisipan dalam aksi protes menyebabkan lonjakan kasus COVID-19, Hancock menekankan bahwa potensi itu sangat besar terjadi.

“Tak diragukan lagi berisiko (penularan Covid-19),” tegasnya.

Secara pribadi, ia menyampaikan sangat memahami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh para demonstran tersebut.

“Saya sangat mendukung argumen yang dibuat oleh para demonstran,” ujarnya.

Hanya saja ia juga menyampaikan bahwa virus Covid-19 tidak mengenal latar belakang manusia, sekalipun dari faktor rasialnya.

“Virus itu sendiri tidak pandang bulu dan berkerumun dalam kelompok besar untuk sementara waktu justru melanggar aturan sebab meningkatkan risiko penyebaran virus,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahw berdasarkan data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) di pusat datanya, bahwa per tanggal 7 Juni 2020 pukul 10.36 pagi, tercatat ada 1,886,794 kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 109,038 orang dinyatakan meninggal dunia. [RED]

Temukan kami di Google News.