A.S Hikam: Stafsus Milenial Malah Jadi Pelopor Pelanggaran Hukum & Etika Bagi Kaum Muda

as hikam
Muhammad AS Hikam.

Inisiatifnews.com. Pengamat Politik President University Muhammad A.S Hikam menilai, mestinya salah satu tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat stafsus milenial agar mereka itu bisa menjadi teladan baik bagi generasi muda Indonesia.

“Jika tebakan itu ada benarnya, saya menganggap hal tersebut perlu diapresiasi dan bahkan, jika berhasil, dipuji sebagai eksperimentasi politik yang positif bagi Indonesia. Sayangnya, belum setahun mereka diangkat tapi sudah mulai mreteli dan malah menjadi beban bagi sang Presiden,” kata Hikam dalam siaran persnya kepada Inisiatifnews.com, Jumat (17/04/2020).

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, lanjut Hikam, sudah dua di antara para stafsus “kinyis-kinyis” itu bikin heboh di blantika politik nasional. Bukan karena keduanya menjadi teladan yang baik bagi kaum muda, tetapi malah menjadi “pelopor” dalam praktik pelanggaran hukum dan etika.

Media dan media sosial beberapa hari ini dipenuhi dengan kabar dan opini serta analasia tentang ulah dua stafsus milenial Presiden Jokowi, Andi Taufan GP dan Belva Devara, yang diduga menyalahgunakan posisi mereka untuk kepentingan perusahaan pribadi.

Sorotan, kritik, dan komentar publik nyaris tak ada yang positif terhadap kasus kedua stafsus tersebut dan bahkan usul agar Presiden Jokowi memecat atau meminta yang bersangkutan untuk mundur sangat kuat.

“Hemat saya, hal ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi para pemimpin agar dalam melakukan rekrutmen SDM untuk memperhatikan dan menerapkan proses yang terbuka dan profesional, termasuk memakai pola fit dan proper test,” saran Menristek era Presiden Gus Dur ini.

Kendati dalam kasus para staf khusus Presiden Jokowi ini ada elemen hak prerogatif sekalipun, lanjut Hikam, tetapi tetap saja perlu untuk melakukan seleksi ketat. Toh milenial yang berkualitas di negeri ini juga bejibun.

Alangkah sayangnya jika tujuan baik Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada para milenial untuk berbakti kepada bangsa dan negara, serta teladan baik bagi generasi muda, malah berbalik menjadi liability.

“Selain itu, semangat anak muda yang ingin mengikuti jejak mereka menjadi berkurang gegara merebaknya sinisisme terhadap perilaku mereka,” pungkas Hikam.

Seperti diketahui, stafsus milenial diangkat untuk membantu kerja Presiden Jokowi. Belakangan, keberadaan mereka dinilai malah menjadi beban Presiden. Gara-gara ulah dua orang stafsus. Keduanya yakni Andi Taufan Garuda Putra. Andi bikin surat berkop Setkab yang ditujukan ke camat-camat di daerah untuk membantu perusahaan miliknya, PT Amartha Mikro Fintek dalam penanganan Covid-19 di daerah. Setelah ramai di-bully, ia mencabut surat itu dan meminta maaf. Selain Andi, giliran Belva Devara dicaci karena perusahaannya, Ruangguru, jadi salah satu aplikator Kartu Pra-Kerja. Ruangguru disebut mendapat proyek senilai Rp 5,6 triliun. (FMM)

Temukan kami di Google News.