Asrorun Niam Raih Penghargaan Santri of The Year 2019

Asrorun Niam Sholeh
Asrorun Niam Sholeh saat menerima anugerah Santri of The Year 2019 untuk kategori Santri Inspiratif Bidang Pendidikan. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Direktur Pesantren Al-Nahdlah, Asrorun Niam Sholeh meraih anugerah Santri of The Year 2019 untuk kategori Santri Inspiratif Bidang Pendidikan yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Nominator untuk santri inspiratif bidang pendidikan, di samping Niam, ada Rektor IAIN Mataram Nusa Tenggara Barat Prof. Dr. Mutawali, dan Rektor IAIN Walisongo Semarang Jawa Tengah Prof Dr. KH Imam Taufik.

Bacaan Lainnya

Ia dipilih atas konsistensi dan dedikasinya dalam dunia pendidikan. Sekalipun dia menjabat sebagai pejabat publik, dunia pendidikan tidak pernah dia tinggalkan.

“Beliau tetap konsens mengurus pendidikan, baik dalam kapasitas sebagai Dosen di UIN Jakarta maupun sebagai pengasuh di Pesantren al-Nahdlah yang beliau dirikan. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, beliau masih tetap mengajar. Bahkan beliau masih tetap istiqamah mengajar kitab di Masjid kediamannya setiap Ahad secara rutin hingga kini,” kata Direktur Islam Nurasantara Center A. Ginanjar Sya’ban yang menjadi penyelenggara anugerah tersebut.

Lebih dari 25 judul buku yang dihasilkan dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini. Di antaranya berjudul Membangun Profesionalitas Guru, Perpustakaan Jendela Peradaban, Panduan Sekolah dan Madrasah Ramah Anak, Detik-Detik Perlindungan Anak. Ia juga menulis berbagai buku daras, baik untuk sekolah maupun perguruan tinnggi.

Di samping melalui riset ketokohan oleh panitia, penetapan juga dilakukan melalui partisipasi publik dengan voting terbuka.

“Lebih sembilan ratus ribu pemilih terlibat dalam voting. Ada penilaian panitia dalam menentukan nominator, dan penentuan dari tiga nominator tersebut adalah oleh publik,” ujarnya.

Saat menerima anugerah, Niam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dewan Juri, Panitia, dan jiga masyarakat yang telah mempercayainya sebagai Santri Inspiratif Bidang Pendidikan.

“Terimakasih kepada Dewan Juri yang sudah memberi apresisasi atas kinerja yang telah kami lakukan. Teman-teman saya tempat saya berkhidmah sebagai santri dan pelayan santri. Penghargaan ini sebagai kebanggaan sekaligus amanah, dan motivasi bagi kami untuk terus berupaya memantaskan diri dengab penghargaan ini melalui peningkatan khidmah untuk santri dan bangsa,” ujarnya.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora ini juga mengungkapkan terimaksih kepada masyarakat khususnya kaum muda atas sinergi dan kepercayaannya selama ini.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk kami dan Kemenpora. Bulan Oktober ini merupakan bulan pemuda di mana ada peristiwa bersejarah bagi kaum muda dan bangsa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda. Karenanya, penghargaan ini sebagai kado sekaligus dedikasi untuk seluruh pemuda Indonesia,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Niam, dengan adanya penghargaan tersebut, ia berharap dapat menjadi pengingat dirinya dalam menjalankan tugas-tugas sehari-harinya.

“Apresiasi ini akan menjadi pengingat saya dalam melaksanakan tugas setiap hari. Ini juga penyemangat bagi para santri untuk terus istiqamah di bidang pendidikan, di mana pun dan kapanpun karena belajar adalah nafas kehidupan,” tutur mantan aktifis mahasiswa 98 ini.

Dalam Dunia Pendidikan Niam memang bukanlah nama yang asing. Pria yang tercatat sebagai Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga ikut menjadi Tenaga Ahli penyusun UU Guru dan Dosen tahun 2005. Kemudian ia juga terlibat sebagai ketua tim Tenaga Ahli Penyusunan UU 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan selama di Komisi X DPR RI.

Asrorun Niam bisa dikatakan sebagai paket lengkap dalam dunia pendidikan. Selain memiliki track record dalam proses konseptualisasi perudang-undangan, Niam saat ini tercatat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, di mana sebelumnya selama dua periode menjadi anggota sekaligus memimpin Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Di sela-sela aktivitas yang sangat tinggi sebagai Aktivis Muda NU, Niam juga aktif selaku sekertaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Perlu diketahui, bahwa Santri of The Year 2019 kali ini memberikan penghargaan kepada Santri dan pesantren inspiratif, mulai dari bidang budaya, pendidikan, wirausaha, kepemimpinan publik, lembaga pesantren salaf, pesantren modern hingga Lifetime Achievement.

Secara lengkap, penerima Anugerah Santri Of The Year 2019 antara lain ;
1. Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya : Gus Azmi.

2. Santri Inspiratif Bidang Dakwah : Gus Miftah.

3. Santri Inspiratif Bidang Pendidikan : Asrorun Niam Soleh.

4. Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Entrepreneur : Achmad Rofiq.

5. Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Pemerintahan Provinsi : Hj. Chusnunia Chalim Wagub Lampung.

6. Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan Kabupaten/Kota : Hj. Umi Azizah Bupati Tegal.

7. Pesantren Salaf Inspiratif : PP. Askhabul Kahfi Semarang.

8. Pesantren Modern Inspiratif : PP An-Nur II Malang.

9. Pesantren Entrepreneur : PP Al-Ashriyah Nurul Iman Bogor.

10. Pesantren Takhassus : PP Madarijul ‘Ulum Lampung.

11. Pahlawan Santri : Penerima KH. Ahmad Shiddiq.

12. Santri Mengabdi Sepanjang Hayat : Penerima KH. Maimun Zubair (Diwakili oleh Gus Taj Yasin).

[]

Temukan kami di Google News.