Masduki Baidlowi: Narasi People Power Berbahaya

masduki baidlowi
Wasekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi.

Inisiatifnews – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Masduki Baidlowi menyebutkan bahwa secara kelembagaan, MUI sangat menyerukan agar umat menjaga pemilu 2019 tetap berjalan dengan baik dan tanpa ada yang melukai.

“Bagaimana agar elemen-elem kebangsaan, persaudaraan antar se-iman, se-bangsa semua ini agar jangan sampai luka akibat pemilu ini,” kata Masduki dalam sebuah sesi talkshow, Jumat (10/5/2019).

Bacaan Lainnya

Kemudian Masduki juga menegaskan bahwa skenario yang dinilai membahayakan bagi keberlangsungan berbangsa dan bernegara yang demokratis juga tidak akan mungkin ditolerir oleh MUI. Termasuk juga dengan skenario people power.

“Apalagi kalau misalnya sampai ada skenario people power dan segala macam. Saya kira itu adalah sebuah skenario yang sangat berbahaya, Majelis Ulama Indonesia tidak akan mentolerir itu,” tegasnya.

Selanjutnya, ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang karib disapa dengan sebuta Cak Duki itu pun mengajak kepada semua pihak untuk mencegah berbagai kekacauan yang terjadi.

“Dan itu sangat berbahaya dan kita cegah bersama-sama,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Cak Duki juga menegaskan bahwa sikap dari MUI terhadap suasana sosial politik saat ini adalah bagaimana mendorong agar terciptanya suasana yang damai dengan jalur rekonsiliasi.

“Jelas suara kami itu bagamana agar ada suasana rekonsiliatif, agar ada suasana persaudaraan dibangun kembali. Jangan ada narasi yang mengajak perang karena ini bukan perang,” tuturnya.

Dan terkait dengan suara tudingan kecurangan yang tengah dibangun oleh beberapa pihak tertentu, Cak Duki menegaskan bahwa seharusnya mekanisme yang legal dan konstitutif bisa ditempuh, karena sudah ada lembaga yang menangani itu baik di KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawas dan bahkan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga pemutus sengketa pemilu.

“Jangan juga ada sebuah narasi drari sebuah keadaan seakan-akan pemilu itu curang padahal belum ada bukti kecurangan. Dan sudah ada lembaga-lembaga yang resmi menanganai itu dan prosedurnya kita jalani bersama,”pungkasnya.

[RED]

Temukan kami di Google News.