Heboh di Medsos Sandiaga Wagub Lagi, Bener Nggak Sih?

Inisiatifnews – Isu Sandiaga Uno bakal kembali menduduki kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kembali ramai diperbincangkan. Sebenarnya, isu ini muncul setelah pemilihan wagub berlarut-larut. Kursi wagub yang harusnya diisi kader PKS DKI Jakarta masih lowong sejak Sandiaga mengundurkan diri Agustus tahun lalu karena nyalon wapres.

Setelah sebagian besar quick count lembaga survei menyatakan paslon 02 Prabowo-Sandiaga kalah, spekulasi Sandiaga ‘balik kucing’ jadi wagub pun ramai di media sosial Twitter.

Bacaan Lainnya

Akun selebtwit @ernestprakasa memulai meramaikan isu Sandiaga balik menjadi wagub di media sosial ini. “Kenapa pada kasian sama Sandiaga Uno sih ? Dia justru yang paling menang banyak menurut gue. Abis ini tinggal balik jadi Wagub DKI, lalu 2022 ikut Pilgub DKI, lanjut 2024 Pilpres lagi. Masa depannya masih cerah banget,” cuitnya.

Kicauan keduanya pun menerangkan bahwa Sandi bisa balik jadi Wagub. “Bisa kok kalo Sandiaga Uno balik lagi jadi Wagub DKI. Lo pikir kenapa selama ini Anies sendirian?” cuit Ernest menyertakan link berita.

Akun @SEMIHERBIVORE mengamini analisa Ernest. “Pak Anies dengan setia nunggu Bang Sandi karena udah tau dia bakal kalah,” cuitnya sama dengan @NengahAstika2. “Karena Anies sadar bahwa Wowo tidak akan memenangkan pilpres makanya dia gak kunjung milih wagub, lebih baik dia tunggu Bang Sandi aja,” yakinnya.

Warganet pemilik akun @arorosy setuju saja Sandi balik jadi wagub. “Setuju Sandi balik jadi Wagub, kasian Anies kerja sendirian,” kicaunya serupa dengan @MIMerstweet. “Bang Sandi. Kemendagri bilang anda masih bisa jadi Wagub DKI lho. Keep smile. Tinggalkan saja si biang kerok.”

Berbeda, warganet lainnya yakin Sandiaga akan pikir ulang untuk kembali duduk di kursi Wagub. “Tapi masa iya balik kucing jadi wagub? Kalau beneran balik, dia secara gak langsung men-down grade dirinya sendiri sih,” kicau @ayuasti senada dengan tweeps @novitalv. “Bisa tapi gak etis, kalaupun balik lagi orang-orang pasti banyak yang langsung males banget liatnya.”

Akun @na_dirs menyarankan Sandiaga tak mengambil langkah ini. “Janganlah Bang Sandi. Kursi Wagub yang sudah kosong lama sekali ini bagaimana pun juga jatahnya PKS. Masak anda tega balik lagi ke kursi wagub dengam mengkhianati PKS. Saya percaya tarik-ulur kursi Wagub selama ini bukan karena Bang Sandi mau balik lagi,” cuitnya disambut @akumegi memungkasi. “Jokowi tetap presiden. Sandi tetap Wagub DKI. Prabowo tetap capres. Yang berubah cuma Ma’ruf Amin,” candanya.

Tak Ada Aturan Yang Dilanggar, Tapi Tidak Etis

Secara aturan, apakah ini diperbolehkan? Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik menegaskan, tidak ada aturan yang melarang Sandiaga kembali menjadi wagub.

Diterangkannya, berdasarkan Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), partai pengusung gubernur dan wakil gubernur mengajukan dua nama ke DPRD melalui gubernur. Setelahnya, DPRD menggelar pemilihan atas dua nama itu.

Nah, saat ini, dua nama kandidat wagub pengganti Sandiaga sudah diterima gubernur dan diteruskan ke DPRD. Sayangnya, DPRD belum mempersiapkan proses pemilihan sampai sekarang. “Bisa saja, kenapa tidak? Tak ada aturan yang dilanggar,” kata Akmal kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Hanya saja, ia mengingatkan, secara etika, langkah tersebut tidak etis. Secara etika, mesti ada argumentasi kuat atas inkonsistensi itu. Bagaimana dua nama yang sudah diajukan dua partai pengusung menjadi cawagub DKI bisa ditarik. “Memang tak ada aturan, cuma karena kita kan tidak melulu persoalan aturan, Ada etika harus diperhatikan. Sangat tidak etis. Ketika ingin menarik lagi harus ada argumentasi jelas kenapa ditarik. Publik pasti bertanya itu,” nilai Akmal.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik membantah spekulasi Sandiaga kembali menduduki kursi Wagub DKI Jakarta. Ditegaskannya, kursi wagub sudah diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat ini, telah ada dua kandidat kader PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang berpeluang mengisi posisi Sandiaga. “Wagub DKI kan sudah di tangan PKS,” kata Taufik saat berbincang.

Ditegaskannya lagi, Sandiaga tidak mungkin kembali mendampingi Anies karena ia bukan tipe politisi pemburu jabatan. Ia menilai, spekulasi dan skenario aneh ini diembuskan oleh pihak yang tak punya akal sehat. “Pak Sandi itu bukan pemburu jabatan, jadi enggak mungkin itu, enggak mungkin. Ini yang ngomong begitu akal sehatnya kurang,” ujarnya. (FMB)

Temukan kami di Google News.