IPI Sarankan KPU Majukan Jadwal Debat Terakhir, Ini Alasannya

Istimewa

Inisiatifnews – Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengubah kembali tanggal pelaksanaan debat Pilpres 2019 putaran terakhir.

Pasalnya, debat itu digelar pada hari terakhir masa kampanye, yakni 13 April 2019 dan disusul memasuki masa tenang yakni pada 14-16 April 2019 terlalu berdekatan alias mepet.

Bacaan Lainnya

“Penempatan jadwal terakhir itu bisa merugikan kedua paslon. Apalagi dalam debat terakhir terjadi saling serang maka tidak ada waktu masing-masing paslon melakukan bantahannya dan klarifikasi karena masuk masa tenang. Sebaiknya direvisi kembali jadwal debatnya,” tegas Karyono di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Karyono, tidak dipungkiri jika masalah tersebut bisa menyebabkan kedua paslon merasa dirugikan lantaran digelar di hari terakhir. Padahal kata dia, pasca debat diperlukan klarifikasi masing-masing paslon yang bertarung di Pilpres 2019.

“Sehingga menurut saya, debat terakhir ditempatkan seminggu terakhir sebelum masa tenang. Masa tenang sebaiknya tidak ada bantahan debat lagi,” terang Karyono.

Karyono kembali mengingatkan agar ada ruang atau waktu sehingga bisa mengklarifikasi dan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh. Dia juga menekankan agar Komisi II DPR RI bisa meminta KPU mengubah jadwal debat terakhir tersebut, agar ada azas keadilan.

“Prinsip Pemilu kan Luber dan Jurdil, sebaiknya Komisi II meminta KPU memajukan jadwal debat terakhir,” tambah dia.

Lebih jauh, Karyono menilai penting persoalan tersebut jika ada paslon yang diserang maka ada waktu untuk mengklarifikasi dan membantahnya.

“Ini penting sehingga masyarakat bisa menilai,” pungkasnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.