Tertawa, Respons Pertama Komika-Komika Usai Pandji Pragiwaksono Dipolisikan

Komika, Yudha Brajamusti (tengah) dan Falah Akbar (kanan) dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (13/01/2026). Foto: Wahyu Suryana
Komika, Yudha Brajamusti (tengah) dan Falah Akbar (kanan) dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Selasa (13/01/2026). Foto: Wahyu Suryana

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi atas lawakan yang disampaikan dalam show bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix. Komika, Yudha Brajamusti atau Yudha Bakekok mengungkapkan, respons pertamanya malah tertawa ketika mengetahui itu.

“Gue boleh jujur enggak, pertama berita itu ke luar gue ketawa, lucu banget soalnya menurut gue pas gue baca beritanya, poin yang dipermasalahin kok itu, segitu banyak pembahasan Bang Pandji di show selama 1 jam, pas gue baca beritanya, lu nonton enggak sih videonya,” kata Yudha kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (14/01/2026).

Komika yang khas dengan logat Bewati ini merasa, kelucuan tampak baik dari orang-orang yang melaporkan maupun orang-orang yang menggelar aksi demonstrasi menghujat Pandji. Apalagi, pelaporan dan aksi unjuk rasa itu dilakukan pada hari yang sama.

“Kan di hari yang bersamaan tuh yang demo pakai almamater tapi enggak ada logonya, terbalik kali dia pakainya, pokoknya itu di hari bersamaan gue ketawa,” ujar Yudha.

Kondisi itu membuat Yudha turut mempertanyakan apakah seni yang dilakukan Pandji itu memang berpotensi dipidanakan karena yang dilakukan hanya menghibur. Meski begitu, respons pertama Yudha tetap tertawa, baik melihat pelaporan maupun demo.

“Tapi, respons pertama gue tetap ketawa karena memang lucu banget spanduknya komedi bukan tameng kezaliman, zalim apaan, yang di mana zalimnya, siapa yang dizolimi, gue bingung gitu. Makanya, gue ketawa respons pertamanya,” kata Yudha.

Komika lain, Falah Akbar berpendapat, cukup wajar jika pertunjukkan yang digelar Pandji menimbulkan reaksi-reaksi seperti itu. Malah, ia merasa, mungkin itu salah satu pencapaian yang memang ditargetkan dalam spesial soal Mens Rea tersebut.

“Kayaknya memang itu salah satu milestone-nya Pandji bikin Mens Rea. Jadi, kalau enggak dilaporin kayaknya enggak berhasil, menurut saya, jadi ini sudah sesuai,” ujar Falah.

Meski begitu, baik Yudha maupun Falah menyampaikan, sampai saat ini tidak ada arahan-arahan apapun dari komunitas Stand Up Indo. Walaupun, tanpa instruksi khusus untuk masing-masing region pasti ada sikap untuk menahan diri terlebih dulu.

Falah menambahkan, lawakan-lawakan seperti yang disampaikan Pandji dalm rangka mengingatkan pemerintah maupun penguasa tetap dibutuhkan. Apalagi, ia melihat, masyarakat Indonesia jauh lebih bisa menerima itu dibanding cara-cara yang lain.

“Humor untuk kritik memang penonton Indonesia lebih nyaman untuk kayak gitu style nya, mungkin banyak juga yang mengkritik langsung pepmerintah, tapi exposure-nya tidak begitu banget. Sementara, show-nya Bang Pandji dengan Mens Rea lebih masif,” kata Falah. (WS05)

Temukan kami di Google News.