Ternyata Rambut Jalankan Peran sebagai Antena, Pelindung, sampai Arsip

(ilustrasi) Seorang wanita sedang menata rambutnya. Foto: Istimewa
(ilustrasi) Seorang wanita sedang menata rambutnya. Foto: Istimewa

Rambut yang tumbuh di sebagian besar tubuh manusia memainkan fungsi-fungsi penting. Dokter kulit dari University of Miami, Ralf Paus mengatakan, dalam folikel rambut terdapat tempat berkumpulnya mikroba yang penuh dengan bakteri, virus, dan jamur.

“Mikroba itu mengusir kuman berbahaya, sehingga mengurangi risiko infeksi. Mikroba di folikel rambut bisa membantu rambut tumbuh dan meningkatkan warna. Selain itu, rambut membantu penyembuhan luka dan cedera ringan,” kata Paus, dikutip Rabu (29/10/2025).

Ahli biologi sel dari University of California, Maksim Plikus menuturkan, tubuh memobilisasi sel-sel punca yang berada di dalam folikel rambut. Tujuannya, tidak lain dalam rangka bermigrasi ke luka dan bertransformasi menjadi sel kulit baru.

“Saat luka sembuh, sel punca kembali ke tugas utamanya, yaitu menumbuhkan rambut,” ujar Plikus.

Ahli genetika molekuler, Angela Christiano menyampaikan, folikel berfungsi seperti detektor gerakan otak, terbungkus ujung saraf yang aktif sentuhan dan hembus angin. Saat serangga melayang dekat mata, maka bulu mata merasakan dan refleks berkedip.

“Kulit yang berambut memiliki saraf yang terhubung ke pusat emosi otak, karenanya belaian lembut bisa terasa menyenangkan,” kata Christiano.

Fakta lain disampaikan seorang dokter kulit dari University of Miami, Antonella Tosti menuturkan, rambut dapat berfungsi sebagai arsip kesehatan tidak resmi. Faktanya, satu sentimeter rambut dapat menyimpan data biologis selama sebulan.

“Sehingga, dokter dapat menguji rambut untuk mengetahui penggunaan narkoba, keracunan, stres kronis, dan bahkan kepatuhan pengobatan,” ujar Tosti.

Folikel rambut pada dasarnya seperti ginjal kecil, menyerap senyawa beracun dan menyimpannya di batang rambut mati. Kondisi rambut bisa menunjukkan tingkat stres. Kerontokan rambut yang cepat seringkali merupakan penanda masalah kesehatan.

Kekurangan nutrisi, disfungsi tiroid, dan demam tinggi dapat menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba, begitu pula penurunan berat badan tiba-tiba, melahirkan, dan operasi besar. Rambut biasanya bisa tumbuh kembali dalam waktu 3-6 bulan.

Selain itu, beberapa ahli meyakini bahwa ketika sakit atau tegang, tubuh akan menghentikan proses yang kurang penting seperti pertumbuhan dan pemeliharaan rambut. Kemudian, mengalihkannya nutrisi dan energi ke bagian tubuh yang lain. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.