Di Ruang Sahabat, Reza Rahadian Ceritakan Film ‘Pangku’ dan Kekaguman ke Christine Hakim

Aktor, Reza Rahadian (tengah), saat menjadi tamu dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (16/08/2025). Foto: Wahyu Suryana
Aktor, Reza Rahadian (tengah), saat menjadi tamu dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (16/08/2025). Foto: Wahyu Suryana

Aktor dan sutradara, Reza Rahadian, mengungkapkan latar film Pangku yang baru selesai digarapnya. Ia mengatakan, Pangku adalah surat cinta untuk ibu dan mengambil latar kopi pangku yang jadi tradisi sekitaran Pantura.

“Tapi, bercerita tentang bagaimana seorang ibu tunggal, berjuang, di mana tidak semua orang ternyata memiliki pilihan dalam hidup, ada orang-orang yang memilih satu jalur tertentu karena tidak ada opsi lain,” kata Reza dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Offiial, Sabtu (16/08/2025).

Sebab, ia mengingatkan, pilihan itu berarti ada di antara, kita bisa a bisa b. Tapi, ada orang-orang yang tidak punya pilihan dan satu-satunya jalan yang ada ya di depan mata, dan itu harus dilewati banyak orang.

Reza merasa, kita sering lupa mengapresiasi bahwa perjuangan itu juga adalah proses kehidupan yang punya nilai. Kita kerap hanya merasa kalau tolak ukur orang sukses itu kalau sudah dia sudah memiliki sesuatu.

“Kalau sudah punya a, b, c, d, bahwa ada orang yang bisa survive sampai hari ini, minimal bisa makan, bisa memberi pendidikan buat anak-anaknya itu adalah pencapaian yang luar biasa, film ini menyentuh wilayah itu, dan sesuatu yang tidak didramatisir memang begitulah adanya,” ujar Reza.

Reza turut mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu pemain di film Pangku yang disebutnya sebagai teladannya dalam dunia keaktoran. Adalah Christine Hakim, salah satu legenda hidup yang sudah 50 tahun berkarya.

Menurut Reza, dia masih selalu menemukan kelaparan dalam diri Christine, termasuk lapar untuk mengasupi diri dengan ilmu pengetahuan. Bagi Reza, sosok yang dipanggilnya Ibu itu memiliki dedikasi yang luar biasa.

“Itu dedikasi luar biasa, karakter tetap dipelajari, tokoh ini kayaknya cara berjalannya, kalau kehidupan sosial begini pakaiannya tidak mungkin begini, dia pasti kulitnya lebih begini, itu buat saya konsistensi yang saya serap dari Ibu Christine, konsisten, teguh pendirian,” kata Reza.

Reza menceritakan salah satu yang dilihatnya baru-baru ini saat syuting film Pangku. Di sana, Reza mengungkapkan, Christine menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari berjemur demi memasuki karakter yang diperankan.

Padahal, sebagai sutradara Reza tidak pernah meminta karena sebenarnya sudah bisa diantisipasi make up. Tapi, Christine tidak mau karena make up membuatnya tampak buatan, sehingga lebih memilih menggelapkan kulit.

“Saya calling-an jam 11 siang, Ibu datang dari jam 7 pagi buat jemuran di sofa yang sudah rusak-rusak di Indramayu. Saya sampai terkaget-kaget, masih begini ya, cara beliau masuk ke karakter dan dedikasi untuk film, tidak, saya mau memberikan yang terbaik untuk karakter ini,” ujar Reza.

Pada kesempatan itu, tuan rumah Ruang Sahabat, Mahfud MD, mengungkapkan pula kekagumannya terhadap sosok Christine Hakim. Salah satu film yang membuatnya kagum atas akting Christine Hakim adalah Tjoet Nja’ Dhien,

“Tjoet Nja’ Dhien, saya sudah sering nonton filmnya, tapi begitu memahami kayak begitu, wah ini penjiwaannya luar biasa Tjoet Nja’ Dhien, sejak saat itu terus saya mengikuti terus, nonton terus,” kata Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.