Mahfud MD Luncurkan Buku Pemikiran Hukum dan Politik, Isinya Keresahan dan Kemarahan

Pakar Hukum Tata Negara Prof. Mahfud MD meluncurkan buku berjudul Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MD.

Mahfud mengaku, buku ini nerisi keresahan personal atas realitas penegakan hukum di tanah air.

Bacaan Lainnya

“Hampir semua tulisan saya itu adalah kemarahan. Kemarahan terhadap keadaan politik dan perkembangan hukum. Di saat-saat terjadi masalah di bidang politik, kan tidak semua masalah politik itu jelek, tetapi hukum juga begitu. Tetapi kalau terjadi masalah dalam penegakan hukum saya marah, lalu saya nulis,” kata Mahfud MD dalam sambutannya di peluncuran buku barunya di Harian Kompas di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Acara peluncuran buku yang berlangsung di Gedung Kompas dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, hingga seniman.

Ditambahkan Mahfud, tulisan-tulisannya dalam buku ini fokus pada fondasi hukum substantif, bukan sekadar pasal-pasal formal.

“Saya selalu kaitkan dengan filosofi dan asas hukumnya, tidak bicara soal pasal-pasal. Tidak harus belajar hukum jauh-jauh kalau cuma mau adu pasal itu. Tetapi asas dan filosofi itu menjadi sangat penting,” ujarnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo menjelaskan, penerbitan karya ini merupakan wujud nyata dari fungsi media massa dalam menjaga literasi dan melanggengkan pemikiran para tokoh bangsa melalui rekam jejak digital maupun cetak.

“Wujud fungsi kontrol sosial dan juga fungsi edukasi pers adalah penerbitan buku. Sehingga sampai sekarang Penerbit Buku Kompas (PBK) masih terus aktif menerbitkan buku untuk memantik literasi di publik kita, karena verba volant, scripta manent. Verba volant, apa yang terucap gampang terlupa; scripta manent, apa yang tercetak dan dibaca akan tertanam di benak,” ungkap Adi.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan menyambut baik peluncuran buku pemikiran Mahfud MD ini.

Dia sebenarnya gelisah lantaran pemikiran-pemikiran tajam Mahfud MD tersebar secara parsial di berbagai media massa.

“Saya maunya dia menuliskan semua itu jadi buku gitu. Pemikiran-pemikirannya supaya selain abadi, bisa dibaca lebih teliti oleh banyak orang. Kan kalau di TV kan selewat saja, koran juga hari ini, besok sudah entah ke mana. Alhamdulillah, terwujud hari ini atas bantuan Kompas bisa terbit,” ungkap Bagir Manan.

Bagir lalu mengingatkan pentingnya integrasi hukum dan politik dalam kehidupan bernegara.

“Mari kita hidup dalam kedua dunia itu untuk menata masa depan bangsa kita, negara kita sebaik-baiknya,” tuturnya.

Usai peluncuran buku, agenda dilanjutkan diskusi menghadirkan sejumlah narasumber Di antaranya Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Yanuar Nugroho. Acara dipandu oleh Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Paulus Tri Agung Kristanto.

Temukan kami di Google News.