AS-Israel Pakai Propaganda Palsu dan Tuduhan Palsu untuk Legitimasi Serangan ke Iran

Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/03/2026). Foto: Wahyu Suryana
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/03/2026). Foto: Wahyu Suryana

Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf mengatakan, ada yang membedakan antara sikap Iran yang pro-Palestina dan negara-negara Islam lainnya yang pro-Palestina tapi tampak abu-abu. Iran, ia menekankan, pro-Palestina sekaligus anti-Zionis.

“Ketika semua negara Muslim pro-Palestina, termasuk Iran, tapi hanya Iran yang anti-zionis. Artinya, Iran menyatakan permusuhan sejak 1979, Revolusi Islam Iran, mereka menyatakan anti-zionis. Mereka pro-Palestina plus anti-zionis. Artinya, mereka menyatakan bermusuhan dengan Israel, otomatis bermusuhan dengan Amerika,” kata Faisal kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/03/2026).

Maka itu, ia menyampaikan, negara-negara Islam lain yang hanya pro-Palestina tidak serta merta bermusuhan dengan Israel. Akhirnya, ada normalisasi terhadap Perjanjian Ibrahim dan walau Israel menjajah Palestina, Israel tidak dilihat sebagai musuh.

Faisal menuturkan, sikap itu yang membuat Iran selalu didiskreditkan, dipropaganda, termasuk menggunakan isu nuklir. Padahal, setelah kemenangan Revolusi Islam Iran pada 1979, pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Khomenei, mengharamkan nuklir.

Bahkan, ia menjelaskan, fatwa itu mengharamkan produksi senjata pemusnah masal, baik itu senjata kimia, senjata biologi, maupun senjata nuklir. Menurut Faisal, itu membuat apa yang jadi alasan AS-ISrael menyerang Iran merupakan propaganda palsu.

“Dan itu belum pernah dicabut sampai pemimpin tertinggi kemarin meninggal sampai pekan lalu. Jadi, propaganda itu sebenarnya sudah jelas bahwa itu propaganda palsu, karena Iran sudah punya fatwa itu dan itu ditaati sampai sekarang,” ujar Faisal.

Selain itu, ia mengingatkan, Iran sudah menunjukkan gestur yang baik dengan mau bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan mengizinkan tim inspeksi. Hasilnya, tidak pernah ditemukan bukti Iran memproduksi senjata nuklir.

Hal itu semakin jelas menunjukkan tuduhan-tuduhan AS-Israel itu palsu. Apalagi, Faisal menegaskan, rakyat Iran sudah jelas patuh dengan fatwa yang dikeluarkan pemimpin tertinggi mereka, Imam Khomenei, dan fatwa itu belum pernah dicabut.

“Jadi, semua tuduhan itu, itu ya tuduhan palsu. Seperti ketika Trump menuduh Saddam Hussein, bersama Tony Blair, bahwa itu sedang membuat senjata pemusnah massal, tapi pada akhirnya kan terbukti bahwa tuduhan-tuduhan itu bohong,” kata Faisal.

Belakangan, ia menambahkan, Presiden AS, Donald Trump, menggunakan isu yang sangat sensitif untuk mendiskreditkan Khamenei yaitu isu agama. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Faisal menyampaikan, Trump menyebarkan isu Khameneui tidak puasa.

“Dia cerita di Fox News, Khamenei dibunuh ketika dia akan sarapan bersama lingkaran dekatnya, itu kan benar-benar, benar-benar tuduhan palsu. Tidak mungkin seorang pemimpin tertinggi, Muslim, dia makan sarapan di bulan Ramadhan,” ujar Faisal. (WS05)

Temukan kami di Google News.