Perang AS-Israel versus Iran, Presiden Prabowo Siap Ke Teheran Jadi Mediator

(tangkapan layar) Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
(tangkapan layar) Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

Amerika Serikat (AS) dan Israel akhirnya memulai serangan pendahuluan ke Iran. Ketegangan di kawasan Teluk ini pun memicu kekhawatiran, Perang Dunia III di depan mata.

AS dan Israel menggempur sejumlah wilayah dan infrastruktur vital di Teheran serta beberapa kota lainnya di Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

“Indonesia menyerukan seluruh pihak  menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” tulis akun resmi @Kemlu_RI dalam akun X, Sabtu (28/2/2026).

Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak.

“Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis Kemlu.

Diingatkan Kemlu, peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Jubir Kemlu Indonesia Yvonne Mewengkang menyebut, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Iran. KBRI Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan para Warga Negara Indonesia yang berada di Iran.

KBRI telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan oleh WNI di kediaman masing-masing demi menjaga keselamatan dan keamanan.

“Kami akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” kata Yvonne dalam keterangan resminya.

Ia mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Teheran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027. MB03

Temukan kami di Google News.