Seno Bagaskoro: Pemerintah Justru Harus Lindungi dan Berterima Kasih pada Ketua BEM UGM

Ketua BEM Universitas Gajah Mada (UGM) Tiyo Ardianto mengaku mendapat teror dan tekanan terhadap dirinya dan keluarganya dari berbagai akun anonim setelah kecamannya terhadap berbagai program pemerintah viral.

Penggagas Komunitas Pandu Negeri Aryo Seno Bagaskoro menganggap segala bentuk tekanan terhadap Tiyo Ardianto sebagai bentuk kemunduran peradaban bangsa.

“Ide yang disampaikan oleh Tiyo adalah akumulasi kristalisasi keresahan anak-anak muda. Substansi idenya adalah perbaikan terhadap status quo yang banyak orang merasa stagnan,” ungkap Seno dalam keterangannya, Senin (23/2/2026)

Menurut Seno, pemerintah harus melindungi hak kebebasan berpendapat setiap orang sebagai amanat Konstitusi.

Oleh karenanya, pemerintah dan penegak hukum wajib mengusut tuntas pelaku teror untuk memastikan kemerdekaan berpendapat dilindungi.

“Negeri ini tidak boleh anti-kritik. Pemerintah sebaiknya mendengarkan substansi gagasannya. Justru berterimakasih pada anak-anak muda seperti Tiyo yang masih mau peduli terhadap bangsanya.” lanjutnya.

Sebagai Pendiri Aliansi Pelajar Surabaya, Seno menganggap respons yang tidak tepat atau bernada sinis terhadap suara pelajar dan mahasiswa justru akan membuat publik menangkap bahwa pemerintah sedang melakukan bentuk denial terhadap situasi yang perlu dikoreksi.

“Suara Tiyo datang dari kejujuran nurani berkata apa yang ada di hati dan pikirannya. Respons yang salah justru akan semakin membenarkan kejernihan argumentasinya.” tutupnya. FB03

Temukan kami di Google News.