Oesman Sapta: Pak Mahfud Tidak Pernah Ngomong Tidak Gamblang, Selalu Gamblang

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/02/2026). Foto: Wahyu Suryana
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/02/2026). Foto: Wahyu Suryana

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau akrab disapa OSO, mengungkapkan persahabatan yang sudah berlangsung lama dengan Mahfud MD. Ternyata, ia menyebut, salah satu yang membuatnya nyaman dengan Mahfud MD karakternya yang blak-blakan.

“Beliau ini orang yang spontan dan belak-belakan, tidak mikir dulu baru ngomong, saya suka. Kalau you dengar Pak Mahfud di mana-mana itu tidak pernah ngomong tidak gamblang, selalu gamblang, nah, saya suka yang gamblang-gamblang gitu, sedeng-sedeng sedikit tapi enak,” kata OSO kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (21/02/2026).

Ia menilai, wajar saja jika dengan karakter Mahfud yang seperti itu ada saja orang-orang yang mungkin merasa tersenggol. Tapi, OSO menekankan, kalau yang disenggol malah marah karena omongan Mahfud sebenarnya orang yang tersenggol itu yang salah.

“Itu ciri khasnya, kalau dia mempunyai kesalahan sedikit di dalam statement-nya itu biasa saja karena manusia, tidak mungkin manusia 1.000 persen benar. Jadi, kalau ada yang menyalah-nyalahkan itu, orang yang menyalahkan itu yang bodoh,” ujar OSO.

OSO menuturkan, momen pertamanya bertemu Mahfud terjadi setelah Mahfud diangkat jadi Menteri Pertahanan (Menhan) oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Lalu, Mahfud meminta OSO mempertemukannya dengan seseorang yang dekat dengan Gus Dur.

Dari pertemuan itu, OSO melihat Mahfud memang sosok yang memiliki kelebihan-kelebihan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Mahfud, lanjut OSO, merupakan sosok yang saat itu saja sudah bicara jauh sekali mengenai situasi negara.

“Sudah itu terus saya kan agak gamang ke militer, sudah itu kita sering bertemu, saya sering datangi beliau, beliau tidak pernah datang ke saya, ini dipanggil lagi. Ya itu faktanya, kita kan bicara faktanya, tidak boleh bicara yang belok-belok,” kata OSO.

Pada kesempatan itu, Mahfud turut menyampaikan, persahabatan memang tidak harus terjalin antara orang-orang yang sama profesinya. Sebab, persahabatan bisa saja karena ada kesamaan atas apa yang diperjuangkan atau tantangan yang dihadapi.

Mahfud mendengar, masa kecil OSO turut dilewati dengan penuh perjuangan sedemikian rupa sampai datang ke Jakarta. Bahkan, Mahfud mengungkapkan, OSO memiliki sahabat-sahabat yang juga orang-orang besar seperti Guntur Soekarnoputra dan Hendropriyono.

“Itu tokoh-tokoh, waktu Pak Hendro ke sini kan dia cerita, teman saya tuh nakal-nakal, Oesman Sapta Odang, Guntur Soekarnoputra, nakal-nakal itu,” ujar Mahfud.

Setelah itu, baik OSO maupun Mahfud masing-masing menjalankan peran yang cukup beragam dan silih berganti dalam etalase pemerintahan. Bahkan, pada kontestasi Pilpres 2024, OSO jadi salah satu partai yang mendukung Mahfud sebagai Cawapres.

Menurut Mahfud, setidaknya dirinya dan OSO memiliki semangat yang sama yaitu kecintaan kepada republik Indonesia yang nomor satu. Yang mana, semangat itu yang mempertemukan keduanya dan sama-sama berjuang agar Indonesia selalu selamat.

“Pokoknya Indonesia ini harus selamat, Indonesia dengan ideologi Pancasila harus selamat, harus tetap bersatu, mandiri, dan besar karena memang modal untuk besar itu ada. Itu yang sering kami diskusikan dalam banyak kesempatan dengan Pak Oso,” kata Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.