Jelang Deklarasi Nasional, Gema Bangsa Dukung Prabowo dan Usung Desentralisasi Politik

Konferensi pers Pra Deklarasi Partai Gema Bangsa di JICC, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2025). Foto: Partai Gema Bangsa

Partai Gema Bangsa bakal mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru dan optimistis berlaga di Pemilu 2029.

Ketua Panitia Deklarasi Joko Kanigoro menyatakan, deklarasi digelar tepat satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa membangun fondasi kelembagaan dan struktur partai.

Bacaan Lainnya

Sejak lahir 17 Januari 2025 lalu, Gema Bangsa sudah terbentuk di 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat Provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota.

“Tanggal 17 Januari 2025, pendiri dan para inisiator me-launching Partai Gema Bangsa. Dan pada Sabtu tanggal 17 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru melalui acara deklarasi,” kata Joko yang juga Waketum Gema Bangsa saat konferensi pers Pra Deklarasi Partai Gema Bangsa di JICC, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2025).

Rencananya, deklarasi akan dihadiri oleh 514 pengurus daerah dan ada 1.124 pengurus seluruh Indonesia yang tersebar di 38 provinsi. Gema Bangsa juga mengundang parpol baik parlemen dan nonparlemen, aktivis, mahasiswa, dan elemen masyarakat lintas organisasi.

Joko menambahkan, Partai Gema Bangsa juga mendeklarasikan dukungan kepada pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus juga untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Alasannya Gema Bangsa merasa punya kesamaan visi dengan program Asta Cita Prabowo.

“Salah satu kesamaannya adalah adalah soal kemandirian. Soal kemandirian ini Pak Prabowo sering mengatakan bahwa kita harus berdiri di kaki sendiri, kita harus mandiri di negeri sendiri,” ungkapnya.

Namun, ditegaskan, dukungan ini tentu masih dinamis mempertimbangkan apakah Pemerintahan Prabowo terus berkomitmen menjalankan visi dan misinya.

Lebih lanjut, Partai Gema Bangsa berbeda pandangan dengan Prabowo soal mekanisme Pilkada dipilih melalui DPRD. Menurutnya, pilkada yang tidak langsung dipilih oleh rakyat merupakan kemunduran demokrasi dan tidak sejalan dengan semangat reformasi.

Sekjen Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan menuturkan, Prabowo diundang ke acara deklarasi. Namun, tidak dapat bisa hadir.

“Soal kehadiran Pak Prabowo kami sadar kami partai baru, tapi beliau tidak bisa hadir tapi tentu deklarasi ini komitmen kami ke publik,” kata Sopiyan.

Diterangkan, Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru. Deklarasi ini meneguhkan komitmen partai untuk menjadi wadah perjuangan politik yang menjunjung tinggi nilai egalitarian, keadilan sosial, dan kemajuan bangsa.

“Ini bukan euforia, tapi bukti dan jawaban hadirnya partai politik yang mengusung desentralisasi. Sebagai antitesa praktik parpol yang sentralistik,” ungkapnya.

“Kami bukan partai ownership. Deklarasi ini kami bantingan, tak ada cukong. Murni dibiayai oleh pengurus dari daerah,” tambahnya.

Ditambahkan, deklarasi ini juga menandai gerakan politik yang bertujuan mewujudkan Indonesia mandiri, berdaulat dalam pengambilan keputusan politik, ekonomi, dan pembangunan nasional.

“Gema Bangsa memiliki tujuan mewujudkan Indonesia yang berkeadilan secara politik dan ekonomi, mewujudkan tiga visi besar yaitu Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik dan Indonesia Reborn,” papar Sopiyan.

Ketua SC Deklarasi Partai Gema Bangsa Abdul Kholiq Ahmad menambahkan, deklarasi ini penting untuk memperkenalkan visi misi Gema Bangsa kepada publik dan persiapan menuju tahapan Pemilu 2029.

“Selepas deklarasi, kami akan Rapimnas membahas persiapan verifikasi dan program pemenangan. Termasuk membangun struktur tingkat kecamatan hingga ranting,” ujar Kholiq. BM03

Temukan kami di Google News.