Dunia Artificial Intelligence (AI) mengalami perkembangan yang luar biasa pesat. Pun negara-negara yang mengembangkannya atau memanfaatkannya sudah meraih manfaat luar biasa besar. Sayangnya, Indonesia belum tampak memberi perhatian atas itu.
Intelektual, Hamid Basyaib, menyampaikan keprihatinan melihat AI yang masih terus menjadi mainan negara-negara maju. Sementara, negara-negara di belakang seperti Indonesia seperti tidak ikut dalam pengembangan atau pemanfaatan dari AI tersebut.
“Saya tahu ini rumit sekali, tidak mudah dipahami, tapi apapun yang terjadi ya menurut saya selayaknya pemerintah kita memberi perhatian pada aspek ini. Baik karena alasan negatifnya maupun terutama karena alasan positifnya,” kata Hamid kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Sabtu (10/01/2026).
Padahal, ia mengingatkan, alasan positifnya juga banyak sekali yang tentu saja bisa dikerjakan. Misalnya, seperti yang sudah dikembangkan negara-negara lain itu dalam pertanian karena dengan Artificial Intelligence ada pengelolaan yang presisi.
Dengan AI, ia menekankan, setiap batang pohon atau setiap batang padi di sawah kita itu bisa diairi dengan jumlah yang presisi, tidak main siram semuanya. Jadi, Hamid menegaskan, banyak sekali manfaat dan aneh jika Indonesia tidak memberi perhatian.
“Saya kira sangat tidak bijaksana jika negara kita, para pemimpin kita, pemerintah kita tidak memberi perhatian pada munculnya atau pesatnya perkembangan teknologi yang luar biasa ini. Sekarang banyak sekali perusahaan baru di bidang ini yang tiba-tiba bernilai puluhan miliar dolar. Sebagai contoh, misalnya otak di balik Open AI yang memproduksi Chat GPT itu adalah perempuan dari Albania,” ujar Hamid.
Namanya adalah Mira Murati. Walau berasal dari negara kecil sekali di Eropa, wanita yang kini berusia 37 tahun itu sukses menjadi otak lahirnya Open AI, dan setelah ke luar dari Open AI kini Mira membuat perusahaan baru bernama Thinking Machine Lab.
Dalam waktu singkat, Mira bisa mengumpulkan 50 miliar dolar. Walau baru berdiri, reputasi Mira membuat investor percaya dia akan membuat sesuatu yang hebat dan produknya akan laris di pasaran, bahkan dibutuhkan oleh umat manusia sedunia.
“Jadi. memang luar biasa perkembangannya dan sekali lagi saya mohon pemerintah kita, parlemen kita, DPR, cobalah mulai memperhatikan perkembangan ini. Karena apa? Karena inilah faktor utama yang akan menentukan masa depan dunia ini,” kata Hamid.
Jadi, ia menegaskan, sangat salah kalau Indonesia tidak ikut cawe-cawe tentang perkembangan AI tersebut. Sebab, ia merasa, sebisa mungkin Indonesia berpartisipasi atau mencoba memetik manfaat terbesar dari inovasi teknologi yang menakjubkan ini.
“Bapak Presiden, Bapak Anggota DPR yang terhormat, menteri-menteri yang terkait mohon diaddres isu ini. Kita berharap ini diurus, dibahas, didiskusikan karena luar biasa sekali dampaknya bagi umat manusia, termasuk tentu saja manusia Indonesia,” ujar Hamid. (WS05)
