Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) TB Ace Hasan Syadzily menegaskan media massa punya peran penting menjaga ketahanan nasional. Media massa bukan hanya penyampai berita, tapi juga penentu arah opini publik di era digital.
Ace Hasan menegaskan, media massa memiliki posisi strategis memperkuat ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan. Media mampu jadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.
“Media dapat menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai kebangsaan melalui narasi yang membangun dan edukatif,” ungkap Ace dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).
Pernyataan itu disampaikan usai acara Silaturahmi dan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Jakarta Lemhannas RI di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta Pusat. Adapun pelaksanaan KPPD berlangsung sejak 4 hingga 18 November 2025.
Dalam kegiatan itu, Ace berdialog bersama para pemimpin redaksi media massa nasional salah satunya Rakyat Merdeka. Ace juga didampingi Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksamana Madya TNI Edwin, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Marsekal Muda TNI Bob Henry Panggabean, Deputi Kebangsaan Mayor Jenderal TNI Rido Hermawan, serta pejabat Lemhannas lainnya.
Ace menjelaskan, ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan bangsa dalam menghadapi tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, ketahanan tidak semata soal militer, tetapi juga mencakup ideologi, sosial budaya, ekonomi, dan informasi.
“Ketahanan nasional tidak hanya bersifat fisik atau militer, tetapi juga mencakup dimensi ideologi, sosial budaya, ekonomi, dan informasi,” ujar Ace.
Media massa, sambungnya, arus utama memiliki peran penting sebagai penjaga nalar publik, penyalur aspirasi, sekaligus penguat kohesi sosial di tengah arus informasi yang masif. Dalam era digital yang penuh disrupsi, media menjadi garda depan pembentuk opini masyarakat.
“Media bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga penentu arah opini publik,” kata Ace.
Ace menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media. Ia menyebut kolaborasi itu harus dibangun di atas dasar kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab bersama agar komunikasi publik berjalan sehat.
“Pemerintah wajib menyampaikan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Media bertugas mengolah informasi secara objektif, kritis, dan berimbang,” ucap Ace.
Kegiatan Silaturahmi dan Peliputan KPPD Lemhannas RI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lembaga negara dan insan pers untuk membangun ketahanan nasional yang tangguh dan inklusif.
“Silaturahmi ini adalah momentum strategis untuk menyamakan visi bahwa komunikasi publik yang sehat merupakan syarat utama bagi ketahanan nasional yang tangguh,” tutur Ace.
Ace menegaskan, komitmen Lemhannas RI untuk membuka ruang dialog konstruktif dengan insan pers. Lembaganya siap menerima kritik yang membangun dan berkolaborasi menyusun narasi kebijakan berbasis data dan nilai kebangsaan.
“Lemhannas RI siap berkolaborasi dengan media menyusun narasi kebijakan yang inklusif dan berakar pada nilai kebangsaan,” tegasnya.
Ace mengajak seluruh media untuk berperan aktif memberitakan kegiatan KPPD Lemhannas RI secara positif dan berimbang. Dia berharap, media turut mengawal proses pelaksanaan program agar publik memahami peran Lemhannas dalam membina kepemimpinan daerah yang berwawasan kebangsaan. FM03
