Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Vivo turut mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi serupa dialami SPBU Shell dan Bp yang telah mengalami kelangkaan BBM sejak pertengahan Agustus 2025 lalu.
“Mohon maaf kepada pelanggan setia kami. Saat ini BBM Jenis bensin (Revvo90, Revvo92, dan Revvo95) belum tersedia di seluruh lokasi SPBU VIVO,” tulis manajemen Vivo melalui akun Instagram resmi mereka @spbuvivo, dikutip Kamis (16/10/2025).
Meski begitu, mereka menyampaikan, pasokan BBM jenis diesel seperti Diesel Primus Plus masih tersedia di semua SPBU Vivo. Mereka berjanji akan terus menjaga komitmen menyediakan BBM berkualitas dalam rangka melayani masyarakat.
“Kami terus berupaya menyediakan produk BBM berkualitas agar dapat kembali melayani kamu secepatnya,” tulis manajemen Vivo.
Sebelumnya, Direktur Vivo, Leonard Mamahit mengatakan, stok BBM SPBU Vivo hanya akan bertahan hingga pertengahan Oktober. Dalam rangka menjaga ketersediaan stok, Vivo telah menjalin komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga.
Vivo kemudian menjalin kesepakatan jual beli bahan bakar murni dengan Pertamina Patra Niaga. Dalam kesepakatan, termaktub persetujuan Vivo ihwal pembelian 40 ribu barel base fuel dari 100.000 barel yang diimpor oleh Pertamina Patra Niaga.
Tapi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Rabu (01/10/2025) lalu, diungkapkan bahwa Vivo membatalkan kesepakatan tersebut. Pasalnya, ada temuan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel. (Antara/WS05)
