Jepang Panas Ekstrem, 10.000 Lebih Warga Dirawat di RS

Seorang warga yang menggunakan payung untuk berjalan kaki karena cuaca panas ekstrem di Tokyo, Jepang, Senin (28/07/2025).
Seorang warga yang menggunakan payung untuk berjalan kaki karena cuaca panas ekstrem di Tokyo, Jepang, Senin (28/07/2025).

Sebanyak lebih dari 10.000 orang di Jepang dibawa ke rumah sakit akibat mengalami berbagai penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas ekstrem. Jumlah itu menandai angka mingguan tertinggi sepanjang tahun, dengan suhu mencapai lebih dari 35°C di ratusan titik pengamatan.

“Sejak 21 Juli 2025, 10.804 orang dirawat di rumah sakit akibat sengatan panas, kelelahan akibat panas serta gangguan lainnya, yang mengakibatkan 16 orang di 14 prefektur meninggal dunia,” tulis laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang, Selasa (29/07/2025).

Sebanyak 260 orang membutuhkan rawat inap selama lebih dari tiga pekan, sedangkan 3.624 orang membutuhkan pengobatan jangka pendek di fasilitas-fasilitas kesehatan. Selain itu, sebanyak 55,6 persen dari mereka yang dibawa ke rumah sakit berusia 65 tahun ke atas.

Pada Selasa, suhu di 318 dari total 914 titik pengamatan mencapai lebih dari 35°C hingga pukul 3 sore waktu setempat, angka tertinggi sejak 2010. Suhu tertinggi yang baru tercatat di 37 lokasi, termasuk di Kota Gujo di Prefektur Gifu, Jepang tengah, yang mencapai 39,8°C.

Pakar memperkirakan kalau suhu panas ekstrem di seluruh Jepang masih akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Karenanya, otoritas mengimbau masyarakat agar menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menggunakan AC secara tepat. (Antara/WS05)