Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Semester II-2025, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program

airlangga hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam kesempatan keterangan pers

Sejumlah strategi disiapkan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun 2025. Optimalisasi pelaksanaan program prioritas pemerintah, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akselerasi Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tiga juta rumah sebagai bagian dari solusi perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja, merupakan langkah-langkah yang difokuskan.

“Melihat berbagai tantangan perekonomian ke depan, kita perlu menyiapkan berbagai program yang dapat mendorong agar perekonomian Indonesia bisa berkembang di semester kedua dengan pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2025, dikutip di Jakarta, Senin.

Ia juga menjelaskan, Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui penguatan peran konsumsi dan investasi, khususnya lewat belanja pemerintah yang efektif.

Strategi itu diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dalam negeri dan investor asing, sehingga diharapkan dapat mengundang lebih banyak investasi baik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri yang masuk ke Indonesia.

“Dalam pelaksanaan program-program yang memerlukan rekrutmen tenaga kerja baru, termasuk di MBG, akan diprioritaskan untuk masyarakat Desil-1 dan Desil-2,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menilai sinergi kebijakan melalui APBN dan non-APBN diperlukan guna mencapai target pertumbuhan di tahun 2025.

Dari sisi konsumsi pemerintah, diperlukan percepatan akselerasi penyerapan APBN. Airlangga mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki alokasi anggaran besar.

Di bidang investasi, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas data serta aksesibilitas informasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) melalui sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, pemerintah juga mendukung peningkatan target Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), percepatan implementasi Kredit Investasi Padat Karya, percepatan implementasi Kredit Program Perumahan, dan penyerapan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Selanjutnya, di sisi konsumsi rumah tangga pemerintah juga melakukan penguatan yang dilakukan melalui optimalisasi program padat karya tunai.

Kemudian, sektor pariwisata, pemerintah menyiapkan skema stimulus yang komprehensif guna menghadapi masa liburan Natal dan Tahun Baru 2025-2026.

Stimulus sektor wisata tersebut mencakup penyediaan gelaran nasional dan bundling paket wisata, pemberian insentif PPN DTP untuk tiket pesawat, serta diskon tarif pada moda transportasi darat dan laut seperti kereta api, kapal laut, penyeberangan, dan jalan tol.

“Pemerintah akan mendorong ada event baru lagi untuk diskon. Nah kalau ke depan, ya kita persiapkan lagi untuk natal dan tahun baru di akhir tahun,” ditambahkan Airlangga. (Anatara/AG10)