Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI memperkuat kemandirian sektor farmasi nasional melalui pendirian Lembaga Farmasi Tentara Nasional Indonesia (Lafi TNI). Lembaga ini jadi pilar penting mendukung ketahanan kesehatan dan memperkuat sistem farmasi nasional mandiri.
Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan sektor ini, Dirjen Renhan Kemhan Laksda TNI, Supo Dwi Diantara, melakukan peninjauan langsung ke salah satu unit Lafi. Dalam kunjungan itu, Dirjen Renhan melihat secara rinci proses produksi yang dijalankan dengan standar tinggi.
Mulai dari pemeliharaan mesin, sistem pengawasan mutu, hingga kepatuhan terhadap perizinan dan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lafi TNI terdiri dari tiga unit yang tersebar di tiga matra TNI yaitu darat, laut, dan udara.
Lafi Angkatan Darat berlokasi di Jalan Budang Utara Bandung, Lafi Angkatan Laut di Jalan Bendungan Jatiluhur Jakarta, dan Lafi Angkatan Udara di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Ketiganya memainkan peran strategis menjamin ketersediaan obat-obatan untuk prajurit di Indonesia.
Sampai saat ini, untuk masing-masing Lafi sudah memiliki kapasitas produksi yang terbilang cukup signifikan. Lafi AD saja sudah mampu memproduksi 70 jenis obat, Lafi AL memproduksi 44 jenis, dan Lafi AU memproduksi 30 jenis. Keberadaan ketiga unit ini menjadi bukti nyata.
“Bahwa sektor farmasi pertahanan siap jadi bagian penting mendukung kemandirian obat nasional dan mewujudkan sistem kesehatan militer yang tangguh dan profesional,” kata Supo. (WS05)
