JAKARTA, Inisiatifnews.com – Gus Miftah sempat membantah bahwa dirinya tidak melakukan money politic dalam pembagian uang gepokan pecahan Rp50.000 di sebuah lokasi di Pamekasan Madura, Jawa Timur pada hari Kamis, 28 Desember 2023.
“Bukan (money politic -red),” kata Gus Miftah hari ini, Jumat (29/12).
Ia menyatakan bahwa uang itu diberikan kepada warga sebagai bagian dari upaya sedekah yang dilakukan oleh Haji Her.
“Beliau pas mau sedekah, saya diminta ikut membagikan sedekahnya,” jelas dia.
Namun di sebuah video lain terlihat jelas bahwa kehadiran Gus Miftah tersebut adalah dalam rangka mengampanyekan Prabowo Gibran sebagai Cawapres 2023.
Hal ini terdengar dari tembang yang ia nyanyikan di acara tersebut.
“Nikmat makan gorengan di Kota Madura, mari ngaji dan bersholawat Prabowo Gibran untuk Indonesia,” ucap Gus Miftah.
makin susah buat nyebokinnya 🙂 https://t.co/Q7UTBZD3jc pic.twitter.com/6McLptnaDE
— King Purwa (@BosPurwa) December 29, 2023
Kegiatan bagi-bagi uang Gus Miftah tersebut pun diminta agar ditindaklanjuti. Hal ini disampaikan oleh politisi PKB, Umar Syadat Hasibuan. Ia meminta agar Bawaslu segera memproses kasus tersebut agar bisa terang benderang.
“Siapa pun tahu Miftah pendukung paslon 2. Ada apa Miftah bagi-bagi duit begini? Tujuannya apa? Ayo @bawaslu_RI dan polisi tolong diinvestigasi, ini acara apa dan untuk apa bagi-bagi duit ini?,” tulis @UmarSyadatHsb__.
Pengusaha enggak, aplg seorang milyarder. Tp gayanya bahkan merasa lbh kaya dr prayogo pangestu.
Ayolah bawaslu si miftah kan pendukung paslon no 2 kalian proses lah ini? Apa motif miftah bagi2 duit pic.twitter.com/dNf1fh7u2V— Umar Al Chelsea (@UmarSyadatHsb__) December 29, 2023
