Jangan Buat Pak Jokowi Su’ul Khatimah

Presiden Joko Widodo.

Salah satu yang paling mungkin dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah memberikan bukti jika Presiden Jokowi bersih dari agenda Moeldoko tersebut. Yakni meminta anak buahnya itu melepaskan amanatnya di KLB atau hengkang dari Istana.

“Kalau ini memang Istana tidak terlibat, maka pak Jokowi harus pecat pak Moeldoko dari KSP. Biarkan dia bertarung sendiri di luar,” saran Toto.

Bacaan Lainnya

Jangan biarkan Jokowi dicatat buruk

Masih dalam kesempatan yang sama, Toto juga menilai bahwa Presiden Joko Widodo adalah sosok pemimpin bangsa dan negara yang berangkat dari proses demokrasi yang sangat baik.

“Kita tahu pak Jokowi pertama kali muncul, melekat di diri beliau sebagai orang yang demokratis, tapi jangan sampai nantinya di akhir jabatannya dicatat sebagai pemimpin yang otoriter,” ujar Toto.

Ia juga mewanti-wanti agar Presiden Joko Widodo melihat persoalan Partai Demokrat ini secara luas dan substantif. Sehingga tidak ada lagi perpecahan partai politik yang bisa menjadi catatan sejarah buruk bagi era kepemimpinannya.

“Kita tidak boleh jadikan beliau (Jokowi) distempel sejarah yang punya record memecah banyak partai. Ini jadi perhatian penting saya,” tegasnya.

Kemudian, terkhusus kepada orang-orang yang ada di lingkaran Presiden Jokowi, Toto juga berpesan agar jangan sampai mereka justru menjerumuskan Jokowi ke dalam persoalan yang merugikan citranya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pesan ini pun dikhususkan juga kepada Jenderal (purn) TNI Moeldoko.

“Harusnya yang ada di benak pak Moeldoko di tengah situasi saat ini, kawal pak Jokowi jangan sampai suul khatimah, harusnya kita kawal pak Jokowi menjadi husnul khotimah, mengakhiri kinerja dengan kenangan yang baik,” paparnya.

Moeldoko jangan jadi contoh buruk

Toto juga memberikan catatan bahwa KLB Partai Demokrat yang digelar di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada hari Jumat 5 Maret 2021 adalah agenda politik terunik di dunia.

“Hanya KLB Demokrat Deli Serdang inilah yang se-Indonesia barang kali di dunia, hanya berlangsung 40 menit. Saya kira ini sangat mungkin mengundang banyak spekulasi berbagai orang,” jelasnya.

Temukan kami di Google News.