Inisiatifnews.com – Ekonom asal Indonesia, Rizal Ramli menyarankan kepada pemerintah pusat untuk lebih memprioritaskan penyelamatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19.
Hal ini disampaikan Rizal Ramli menyinggung kebijakan Presiden Joko Widodo yang menggelontorkan dana stimulus sebesar Rp 677,2 triliun untuk memompa stabilitas ekonomi nasional.
“Harusnya pompa itu diberikan kepada UMKM, maka mereka akan belanjakan sampai 90 persen, seperti bayar karyawan bayar utang dan sebagainya, maka ekonomi akan gerak lagi,” kata Rizal Ramli dalam Seminar Nasional yang digelar oleh STIAMI, Kamis (18/6/2020).
Berbeda ketika konsentrasi anggaran negara sebesar itu justru hanya digunakan untuk membantu pengusaha besar. Justru dana tersebut lebih besar kemungkinannya untuk dijadikan aset bukan untuk dibelanjakan.
“Tapi kalau pompa untuk (pengusaha) yang besar-besar, maka belum tentu mereka belanjakan, bisa jadi ratusan triliun ditaruh duitnya di luar negeri untuk spekulasi rupiah,” ujarnya.
Kemudian, Menteri Koordinator bidang Perekonomian era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pun menyampaikan bahwa berdasarkan pengalamannya dulu saat menjabat di pemerintahan, fokusnya adalah bagaimana menopang sektor ekonomi UMKM. Karena menurutnya, ketika UMKM kuat, maka ekonomi di Indonesia akan membaik.
“Fokus pada menengah ke bawah. Itu kata saya sebagai pengalaman menghadapi krisis ekonomi,” terangnya.
Selain itu, Rizal Ramli menyatakan akan terus memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah agar kondisi nasional stabil.
“Saya diminta teman-tema saya agar tidak usah berikan solusi lagi ke pemerintah, biarkan aja hancur-hancuran agar kapok. Tapi saya tidak mau Indonesia hancur-hancuran,” pungkasnya.
Presiden ingin ekonomi nasional membaik
Perlu diketahui, bahwa Presiden Joko Widodo menggelontorkan dana ratusan triliun untuk memberikan stimulus dalam rangka memperbaiki dan memulihkan kondisi ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19.
“Pemerintah mengalokasikan dana Rp677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Ini angka yang sangat besar,” kata Presiden Jokowi, 15 Juni 2020.
Ia mengharapkan agar dana sebesar itu bisa dikelola dengan baik dengan prosedur yang sederhana namun membuahkan hasil yang positif.
“Tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedurnya sederhana, output dan outcome-nya harus maksimal bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Bahkan Presiden Joko Widodo juga memiliki keinginan besar agar ekonomi rakyat tetap bergerak dan tumbuh.
“Kita juga harus memastikan sektor informal, sektor UMKM terus harus mampu bertahan dan para pelaku usaha bisa tetap bergerak, dan PHK massal harus kita hindari,” katanya.
Maka dari itu, respon yang cepat dari pemangku kebijakan sangat dibutuhkan. Oleh karenanya, pemerintah mencoba terus hadir untuk menjawab tantangan itu.
“Semua itu membutuhkan respons pemerintah yang cepat dan juga tepat,” pungkasnya. [RED]
