Ahmad Alhabsyi : Haram Ibadah di Masjid Zona Merah Covid-19

Ahmad Alhabsyi
Ustadz Ahmad Alhabsyi.

Inisiatifnews.com Dai kondang, Habib Ahmad Alhabsyi, menyatakan bahwa memaksakan diri untuk datang dan beribadah di masjid atau musholla di wilayah dengan status zona merah Covid-19 adalah tindakan yang diharamkan dalam ajaran Islam.

“Kalau sudah melalui penyelidikan baik pemerintah, MUI dan sebagainya bahwa di sana zona merah dan tetap ke masjid untuk berjamaah, ini haram,” kata ustadz Ahmad Alhabsyi dalam Kajian Nasional Ramadhan UNJ melalui telefonference, Rabu (13/5/2020).

Bacaan Lainnya

Tentang alasan mengapa diharamkannya beribadah di tempat ibadah yang berada di wilayah dengan status bahaya Covid-19, ustadz Alhabsyi menyebut bahwa menghindarkan diri sendiri dan orang lain dari bahaya adalah kewajiban. Sementara mendekati bahaya apalagi sampai membahayakan orang lain adalah tidakan yang dilarang oleh agama.

“Dia bisa jadi membahayakan dirinya dan keluarganya. Maka percuma ibadahnya,” ujarnya.

Hanya saja, Ahmad Alhabsyi pun menyarankan kepada otoritas terkait agar adil dalam mengeluarkan sebuah kebijakan. Dimana ketika majelis taklim dilarang untuk diselenggarakan dan menutup tempat ibadah karena virus Korona, seharusnya tempat-tempat umum lainnya pun harus ditutup total juga.

“Kalau majelis dilarang, masjid ditutup, mbok ya pasar dan mall ditutup juga,” tuturnya.

Jemput lailatul qadar di tengah wabah Covid-19

Masih di dalam majelis online yang sama, ustadz Ahmad Alhabsyi pun mengatakan bahwa umat Islam masih tetap bisa mengejar malam paling istimewa di bulan Ramadhan, yakni lailatul qadar, sekalipun di tengah pandemik Korona seperti saat ini.

“Kita masih bisa menjemput malam lailatul qodar. Ada di malam ganjil antara 21-29. Caranya dengan mengisi tadarrus (membaca Al Quran -red) di rumah, shalat tarawih, shalat tahajjud, dzikir dan sebagainya,” tutur Al Habsyi.

Pada intinya, ia menyatakan bahwa malam lailatul qadar akan menemui orang-orang yang beriman yang tengah menempatkan hatinya kepada Tuhan dengan melakukan hal-hal yang bernilai ibadah.

“Jaga hati dan jaga niat,” pungkasnya. [NOE]

Temukan kami di Google News.