Kasus Covid-19 : 7.418 Positif, Pasien Sembuh Naik Jadi 913 Orang

Yurianto
Juru Bicara Pemerintah Percepatan Covid-19, Achmad Yuriato.

Inisiatifnews.com Juru bicara pemerintah percepatan Covid-19, Achmad Yurianto memperbaharui data kasus Novel Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam perkembangan data yang diterimanya per hari ini, Rabu (22/4) pukul 12.00 WIB, sudah ada 55 ribu lebih spesimen yang diperiksa dalam kaitannya pendataan kasus Covid-19, dan dari kasus yang sudah diperiksa sudah ada 47 ribu orang lebih.

Bacaan Lainnya

Dari 47 ribuan orang tersebut, ditemukan angka Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 193.571 orang. Dan untuk pasien yang memiliki gejala dan potensi terjangkit Covid-19 (PDP) ada sebanyak 17.754 orang.

Dari data PDP yang sudah dikonfirmasi positif Covid-19 pada hari ini sudah ada 7.418 orang. Data ini naik sebanyak 283 orang.

“Hasil positif sampai dengan hari ini adalah 7.418 orang. Ini adalah jumlah positif terkonfirmasi menggunakan realtime PCR. Hasil negatif adalah 39.943 orang,” kata Yuri dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020).

Kemudian untuk kasus pasien yang dinyatakan sembuh per hari ini naik 71 orang, sehingga totalnya menjadi 913 orang secara nasional berdasarkan data yang dikantongi Yuri. Dan untuk pasien yang dinyatakan meninggal karena Covid-19 naik 18 orang sehingga totalnya menjadi 635 orang.

“Kasus sembuh 913 orang, kasus meninggal 635 orang. Seluruh provinsi (34) sudah terdampak, 263 Kabupaten/kota juga terdampak,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk kasus sembuh terbanyak menurut Yuri ada di Ibukota Jakarta.

“Sebaran pasien sembuh terbanyak adalah di Jakarta 322 orang. Jawa Timur 101 orang, Sulawesi Selatan 75 orang, Jawa Barat 79 orang, Jawa Tengah 54 orang,” ujarnya.

Sesuai protokol yang disampaikan Presiden Joko Widodo kemarin, Rabu (21/4) bahwa masyarakat dilarang mudik di tahun 2020 ini untuk menekan jumlah penyebaran virus Korona.

Dan dalam hal ini, Yurianto pun kembali mengingatkan agar mudik tidak dijadikan pilihan oleh masyarakat karena sangar rentan tertular apalagi menjadi carrier Covid-19 kepada masyarakat dan keluarga di kampung halaman mereka masing-masing.

“Jangan mudik, jangan bepergian. Pastikan kita tidak tertular dan tidak menulari, karena perjalanan kita tidak aman,” tutur Yuri.

Dalam perjalanan mudik tersebut, Yuri mengatakan bahwa masyarakat akan sangat mungkin bertemu dan melakukan kontak langsung dengan orang tanpa gejala atau orang dengan gejala ringan saat di kendaraan, saat di terminal, di stasiun, di rest area, atau di toilet umum sepanjang perjalanan.

“Atau bahkan kita sendiri yang membawa virus itu tanpa gejala atau dengan gejala yang ringan karena kita berasal dari daerah yang terjangkit Covid-19. Dan ini berpotensi akan menulari keluarga kita yang ada di kampung,” pungkasnya. [NOE]

Temukan kami di Google News.