GEPRINDO Minta Pemerintah Cepat Siapkan Jutaan Tentara Lawan Covid-19

Presiden GEPRINDO, Bastian P Simanjuntak.

Inisiatifnews.com – Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian P. Simanjuntak meminta kepada pemerintah pusat mempercepat penemuan lebih banyak tentara untuk melawan virus corona (Covid-19).

Tentara yang dimaksud Bastian adalah obat-obatan yang 100 persen berasal dari bahan herbal.

Bacaan Lainnya

“Indonesia jangan kalah dalam melawan virus corona, Indonesia harus bisa siapkan jutaan tentara melawan virus corona yaitu berupa obat-obatan herbal 100% made in Indonesia, Indonesia harus menang,” kata Bastian kepada Inisiatifnews.com, Kamis (2/4/2020).

Desakan ini disampaikan Bastian adalah opsi lain ketika pemerintah tidak bersedia mengambil kebijakan Lockdown.

Bagi Bastian, saat ini rakyat Indonesia hanya ingin kondisinya segera pulih seperti sedia kala. Tidak lagi ketakutan dengan wabah yang menyerang virus pernafasan mereka dan bahkan rentan terhadap hidup mereka.

“Orang Indonesia tidak ingin hak hidupnya selalu diikuti oleh bayang-bayang ketakutan virus corona, kita ingin hidup normal kembali tidak paranoid seperti sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Bastian, penemuan anti virus berbasis herbal menggunakan bahan-bahan alami dari dalam negeri, sehingga tidak perlu diakui secara medis oleh Lembaga Internasional yang memakan waktu sangat lama, cukup dengan BPOM saja obat-obatan ini sudah bisa digunakan oleh rakyat Indonesia.

“Ini momentum bagi pemerintah utk berinovasi menggerakan ilmuwan di seluruh Indonesia agar mereka bekerja keras secepatnya untuk menemukan Antivirus Corona,” tuturnya.

Terakhir, Bastian pun meyakini bahwa rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia memiliki khasiat untuk mencegah dan mengobati Covid-19. Hanya saja obat-obatan herbal itu belum ditemukan sampai saat ini, dan ini yang diharapkan Bastian agar ada percepatan yang dikomando oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menemukan obat alamiah itu.

“Saya yakin virus bisa di taklukan dengan bahan herbal asli Indonesia, asalkan pemerintah memimpin percepatannya dengan fasilitas dan anggaran yang memadai,” tutupnya. [ELS]

Temukan kami di Google News.