Rektor Tak Cerdas, Uki Khawatir Pada Mahasiswa Ibnu Chaldun Jakarta

Musni Umar
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar.

Inisiatifnews.com – Alumnus Victoria University, Dedek Prayudi menyayangkan sikap tak bijak dan kurang cerdasnya Musni Umar dalam mengoperasikan sosial media saat menyikapi sebuah pemberitaan, apalagi kasus yang disinggung adalah Coronavirus (Covid-19).

Menurutnya, salah satu hal yang menjengkelkan adalah ketika ada seseorang yang hanya tertarik membaca judul berita lalu berkomentar dan membuat kesimpulan. Dan inilah yang dilakukan oleh Musni Umar.

Bacaan Lainnya

“Kita sering jengkel dengan orang-orang yang menarik kesimpulan hanya dengan membaca judul berita. Tapi untuk memahami judul saja pak Musni gagal,” kata Dedek Prayudi, Kamis (12/3/2020).

Apalagi sosok Musni Umar berprofesi sebagai akademisi dan rektor di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Ketika sang rektor seperti itu, pria yang karib disapa Uki pun mengkhawatirkan nasib para Mahasiswa Musni Umar.

“Pak Musni adalah seorang Rektor dan Profesor, saya jadi khawatir dengan peserta ajar di Universitas tempat bapak bekerja,” imbuhnya.

Kemudian sang penulis terkenal yakni Maman Suherman alias Kang Maman juga tampak menyampaikan kekesalannya terhadap Musni Umar.

“Maaf Pak @musniumar, saya sangat menghormati ilmuwan, tetapi tidak terhadap Bapak,” tulis @maman1965.

Perlu diketahui, bahwa Musni Umar mengomentari sebuah screencapture berita dari Detik.com. Judul berita tersebut adalah “Pasien Corona Kasus 25 Meninggal Dunia di RSUP Sanglah Bali”. Namun sayangnya, Musni Umar memahami bahwa yang meninggal adalah 25 orang sementara informasi yang benar adalah orang dengan data kasus 25 saja uang meninggal.

“Kita sedih serangan virus Corona mengganas sudah 25 pasien di Bali wafat.. Fak. Farmasi Univ. Ibnu Chaldun akan melakukan kampanye pencegahan serangan virus Corona di 5 wilayah DKI. Kampanye pertama di Johar Baru 28 Maret 2020. Saat ini sdg koordinasi di DKI,” tulis @musniumar.

Mendapat banyak respon dan protes dari netizen, akhirnya Musni Umar meminta maaf dan meralat kicauannya itu.

“Koreksi dan pembetulan yg meninggal pasien corona kasus 25 bukan 25 orang. Saya mohon maaf atas tweet yg salah. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekeliruan dan kesalahan tsb,” jelasnya.

Salah satu netizen pemilik akun @izniHanifah mengingatkan agar Musni Umar tidak mengulangi lagi kesalahan fatalnya itu. Hal ini karena dampak dari kurang bijaknya Musni Umar dalam bersosial media tidak hanya menimpanya saja bahkan bisa saja berdampak pada civitas akademik dimana profesor sosiologi itu bekerja.

“Lain kali jangan bicara sembarang pak karna bukan bapak saja yang kena tapi univ juga bisa kena karna mempunyai rektor seperti bapak,” tulisnya. []

Temukan kami di Google News.