Kemenkes : 11 WNA Jepang di Bali Negatif Corona

Yurianto
Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes RI, Achmad Yurianto.

Inisiarifnews.com – Juru Bicara pemerintah terkait penanganan virus corona covid-19, Achmad Yurianto menyatakan, bahwa hasil pemeriksaan 11 spesimen turis asal Jepang yang sempat singgah di Bali pada 15 Januari 2020 – 19 Januari 2020 negatif.

Informasi tersebut disampaikan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan tracing atau penelusuran kontak.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan spesimen sendiri dilakukan terhadap orang yang suspect corona.

Suspect corona adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap corona, tapi belum bisa dipastikan positif atau negatif.

“Sudah kita lakukan tracing, sudah selesai. Kita curigai 11 close contact di Bali dan sudah kita lakukan pengambilan spesimen dan dilakukan pemantauan ketat ke mereka. Alhamdulillah 11 negatif,” ujar Yuri saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Yuri mengungkapkan pihaknya juga telah menelusuri kontak dari dua warga negara Singapura suspect corona di Batam. Menurut dia, tidak ditemukan warga yang melakukan interaksi dari dekat dengan dua turis Singapura itu.

“Cluster Batam, sudah selesai. Ternyata tidak ada close contact yang kita curigai,” kata dia.

Sementara untuk seorang turis asal Jepang di Banjarmasin, Yuri mengklaim pihaknya tidak menemukan satu warga yang dicurigai terpapar virus corona.

“Cluster Banjarmasin juga sudah selesai. Tidak ada close contact. Kita cari close contact, ya, kalau ketemu biasa kan, tidak close contact tidak kita curigai,” ucap dia.

Lebih lanjut, Yuri menuturkan spesimen yang telah masuk dan diperiksa Balitbangkes sejumlah 168 spesimen. Dari jumlah itu, dua dinyatakan positif. Data tersebut per Selasa (3/3),

“Spesimen yang sudah masuk kemarin, saya belum mengecek yang sekarang ini, sudah masuk sebanyak informasi kiriman dari 48 Rumah Sakit di 23 Provinsi, 168 jumlahnya,” ucapnya.

“Kita sudah tahu ada 2 yang positif, yaitu kasus nomor 1 dan kasus 2. Kemudian ada 9 yang akan kita dalami, dan 157 yang sudah pasti negatif,” tambahnya. []

Temukan kami di Google News.