Aksi Lempar Kursi, Hikam : Kongres PAN Cacat Etika Demokrasi

Aksi kongres PAN di Kendari.

Inisiatifnews.com – Pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam menyayangkan aksi lempar kursi di Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari.

Ia justru menilai bahwa peristiwa saling lempar kursi itu justru cacat etika dalam menjalankan demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Bukti sebuah praktik berdemokrasi yang cacat etika,” kata Hikam kepada Inisiatifnews, Rabu (12/2/2020).

Menteri Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur itu juga menyayangkan ketika ada pihak yang justru menyebut insiden aksi lempar kursi itu adalah sesuatu yang wajar.

“Kalau ada pihak yang bilang bahwa fenomen itu adalah hal yang wajar, maka kudu dipertanyakan integritas nalar dan nuraninya,” ujarnya.

Bagi Hikam, aksi lempar kursi antar pendukung calon Ketua Umum DPP PAN akan memberikan dampak berlanjut hingga dalam kepemimpinan partai berlambang bintang kejora itu.

“Hasil kongres semacam itu barangkali secara legal formal dan politik tak dianggap cacat. Tetapi secara etik, legitimasi hajatan politik seperti itu jelas rendah,” jelasnya.

“Bukan tidak mungkin pasca kongres nanti parpol yang bersangkutan akan mengalami degradasi baik dalam kualitas organisasi, penerimaan publik, maupun kapasitas dalam berkontestasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, bagi Hikam, berdemokrasi tidak bisa dipandang hanya sekedar maraih kursi kekuasaan saja.

Karena di dalam menggapai sebuah kemenangan politik, seluruh aspek harus dipenuhi baik itu legal formil, maupun legal moril.

“Berdemokrasi bukan hanya soal bagaimana meraih kemenangan, tetapi soal bagaimana kemenangan itu punya legitimasi yang tinggi dari aspek legal, politik, dan moral,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa di dalam kongres PAN di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, ada empat calon yang maju untuk merebut jabatan pucuk partai berlambang bintang kejora itu. Mereka antara lain ; Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo, serta dua Wakil Ketua Umum Mulfachri Harahap dan Asman Abnur.

Sayangnya, di tengah rapat pleno di Kongres tersebut, ada aksi kontak fisik antar pendukung calon ketua umum. Bahkan Ketua DPD PAN Banyuwangi Sugiarto sampai mengalami luka di kepala. []