Kadisnaker DKI : Pak Gubernur Sangat Perhatian pada Pekerja

Andri yansyah
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) DKI Jakarta, Andri Yansyah. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Andri Yansyah menyampaikan bahwa saat ini perhatian Gubernur Anies Rasyid Baswedan terhadap kaum buruh sangat tinggi. Bahkan ia mengatakan jika orang nomor satu di DKI Jakarta itu memberikan akses pelatihan kepada elemen buruh di Jakarta.

“Pak Gubernur minta ada pelatihan-pelatihan tenaga kerja di Jakarta,” kata Andri dalam sambutannya di acara Rakernas KSPI di Hotel Grand Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Bacaan Lainnya

Mantan Kadishub DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa upaya pemprov DKI Jakarta terkait hal itu pun sudah ada peningkatan yang berarti, yakni tentang jumlah kepesertaan pelatihan tenaga kerja sampai saat ini.

“Ada 1.700 buruh dilatih. Sekarang hampir 11.200, artinya meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, Andri mengatakan bahwa perhatian Pemprov DKI Jakarta terhadap upaya peningkatan kualitas pekerja Jakarta itu juga tidak hanya sekedar memberikan pelatihan, bahkan jaminan sosial juga dijaminkan selama pekerja itu mengikuti pelatihan.

“Dan selama pelatihan jaminan sosialnya dicover oleh pak gubernur. Mudah-mudahan uangnya gak kepakai tapi kalau pun kepakai ya selama ada sesuatu akan dicover jaminan kesehatannya. Begitulah perhatiannya pak gubernur,” terang Andri yang diikuti oleh tepuk tangan peserta Mukernas.

Selain itu, Andri juga mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menambah jumlah kartu pekerja kepada para pekerja yang masih aktif bekerja. Dan kebijakan pemerintah daerah saat ini masa berlaku kartu pekerja itu seumur hidup.

“Kita ada penambahan untuk kartu pekerja. Sekarang ada 23.000. Kartu pejerja berlaku seumur hidup selama dia menjadi pekerja. Kalau dulu hanya setahun masa berlakunya,” paparnya.

Yang tak kalah penting lagi, Andri juga mengatakan bahwa dirinya baru mendapatkan informasi bahwa Gubernur Anies Baswedan tengah menunda kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Saya baru dapat kabar, katanya ada kesepakatan penundaan iuran BPJS Kesehatan,” ujar Andri.

Kebijakan penundaan sementara kenaikan iuran BPJS Kesehatan di DKI Jakarta itu berkaitan dengan hasil rapat pimpinan (rapim) di Pemprov DKI Jakarta. Di mana kata Andri, para pimpinan mendapatkan keluhan tentang kenaikan premi dan pelayanan peserta BPJS Kesehatan.

“Pak gubernur kemarin rapim, ada keluhan jumlah yang difasilitasi dari BPJS Kesehatan katakanlah 1.000 tapi uangnya 1.000 sementara dengan kenaikan iuran BPJS kan meningkat. Tapi pak gubernur nggak mau ada pengurangan obyek,” terangnya.

“Dan Pak gubernur minta ada penilaian terhadap BPJS juga,” imbuh Andri.

Dalam kesempatan itu pula, Andri Yansyah juga menyampaikan salam dari Anies Baswedan yang berhalangan ikut menghadiri acara pembukaan Mukernas KSPI tersebut. [NOE]

Temukan kami di Google News.