Kemerdekaan Pendidikan Awal yang Baik 100 Hari Kerja Nadiem

nadiem
Nadiem Anwar Makarim.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendapat tanggapan positif dari kalangan Rektor.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho, mengungkapkan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah bentuk kerja kerja Nadiem Makarim.

Bacaan Lainnya

“Kerja keras melahirkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka harus diapresiasi. Itu desain lompatan perubahan yang ingin dikerjakan Nadiem,” ucap Jamal, Rabu (29/1/2020).

Selanjutnya Jamal mengatakan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka tentu saja bertujuan baik guna kepentingan pendidikan nasional yang bermutu.

“Tinggal implementasinya di bawah yang perlu ditunjang dengan aturan supaya berlandaskan hukum. Sehingga jelas acuannya menerapkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka,” ujar Jamal.

Sedangkan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2019-2020, Yos Johan Utama, menuturkan, Nadiem Makarim dikenal sebagai sosok anak muda yang mempunyai ide tidak biasa.

“Nah, lompatan berpikir di luar kebiasaan yang ada pada Nadiem itu akan bagus jika mampu dilakukan pada 100 hari kerjanya di Kemendikbud,” kata Yos Johan.

Yos Johan berpendapat, memajukan pendidikan di Indonesia kini membutuhkan cara pikir berbeda. Nadiem, ungkap Yos Johan, sebetulnya punya kemampuan itu untuk kinerjanya.

Diketahui, menjelang 100 hari masa kerja Nadiem Makarim di Kabinet Indonesia Maju, telah mengumumkan dua hal menyangkut pola pendidikan Indonesia ke depannya.

Keduanya itu dikenal dengan Merdeka Belajar yang coba diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta Kampus Merdeka untuk skema di perguruan tinggi. [REL]

Temukan kami di Google News.