Menristek Puji Inovasi STP IPB University, Minta Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha

Bambang Brodjonegoro
Menristekdikti, Bambang Brodjonegoro.

Bogor, Inisiatifnews.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro optimis novasi-inovasi yang dilahirkan IPB University bisa terus berkontribusi untuk bangsa. Khususnya dengan keberadaan Science Techno Park (STP) IPB University yang notabene punya peran strategis. Terutama untuk menjembatani hasil dari inovasi para peneliti kepada dunia usaha.

“STP ini menurut saya skema ideal ya. Ada pihak swasta, ada sisi penelitiannya, ada pemerintah yang notabene sebagai regulator. mulai dari pusat hingga daerah,” kata Bambang di sela-sela kunjungannya ke STP IPB University, Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/1/2020).

Bacaan Lainnya

“Harapan kami STP sebagai ujung dari pada riset dan inovasi, benar benar muncul produk-produk inovatif,” imbuhnya.

Bambang ingin agar IPB terus fokus mengembangkan inovasi produk berbasis pertanian. Apakah itu yang bersifat olahan, benih unggul, atau komoditas hortikultura seperti buah-buahan.

“Saya berharap produk inovasi Indonesia yang berbasis pertanian seperti di STP ini, bisa bersaing di kancah nasional dan global. Dan saya optimis bisa,” beber alumnus Universitas Indonesia itu.

Ia pun meminta agar riset dasarnya semakin diperkuat sehingga ketika ada pengembangan di berbagai bidang yang ada, kajian riset itu bisa menjadi gagasan yang dapat dipelajari dan diriset lagi di masa mendatang.

“Tak lupa, STP harus memperkuat riset dasar di berbagai bidang. Biologi, kimia, dan cabang-cabangnya. Sehingga nantinya ketika kita berbicara pengembangan produk, maka riset dasar ini bisa menjadi ide atau basis pengembangannya,” lanjut Bambang.

Dia menambahkan bahwa tantangannya ke depan adalah bagaimana produk inovasi itu mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Di sini, lanjut Bambang, STP harus jeli mengidentifikasi kebutuhan konsumen.

“Tentu dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, kita bisa dengan mudah mengidentifiksi secara detail seperti apa kebutuhan mereka. Ini yang harus STP tangkap,” jelasnya.

Aspek yang tak kalah penting adalah soal mensinergikan sisi bisnis dari inovasi itu sendiri. Kata Bambang, aspek bisnis pada prinsipnya adalah mengkomersialkan atau mendorong produk STP IPB benar-benar bisa masuk ke industri pasar dengan tipe persaingan bebas.

“IPB tidak boleh puas menghasilkan suatu produk. Misalnya IPB menghasilkan sabun dari bahan tertentu. Nah tantangannya apakah kehadiran produk tersebut bisa menggantikan pola konsumsi produk masyarakat kita? di sinilah pentingnya peran dunia usaha,” jelas Bambang lagi.

“Perlunya kehadiran dunia usaha untuk mengarahkan konsumen kepada produk-produk buatan Indonesia. Kita akan memberikan apresiasi kepada produk, inovasi, yang memang original dari anak bangsa. STP IPB terus bersinergi dengan dunia usaha,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga memuji Rektor IPB University, Arif Satria. Menurut Bambang, sosok Arif sebagai orang nomor satu di IPB, tak pernah berhenti ‘memasarkan’ inovasi-inovasi para penelitinya.

“Marketing ini jadi kunci. Seperti yang dilakukan Pak Rektor, tidak berhenti menjadi marketing. Hanya sekali Pak Rektor berhenti jadi marketing, sewaktu pengukuhan Guru Besar (IPB University),” kelakar Bambang menutup pembicaraan. [NLA/RED]

Temukan kami di Google News.