Presiden Beri Waktu 3 Tahun Pertamina Selesaikan Kilang Minyak Petrokimia

jokowi dan ahok
Presiden Joko Widodo dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama. [foto : istimewa]

Inisiatifnews – Presiden Joko Widodo memberikan waktu 3 tahun bagi Pertamina untuk menuntaskan kilang minyak Petrokimia.

“Tadi saya sampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut Pertamina, dan Komut Pertamina agar tidak lebih dari 3 tahun, harus rampung semuanya,” kata Presiden Joko Widodo usai meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2019).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya kata Presiden, Pertamina meminta waktu 4 tahun dalam pembangunan kilang minyak tersebut, namun ia menyatakan hanya bisa memberikan waktu 3 tahun saja.

“Mintanya tadi 4 tahun, 3 tahun harus rampung semuanya. Entah itu dengan kerja sama, entah itu dengan kekuatan sendiri,” terangnya.

Perintah itu kata Presiden harus bisa dilaporkan kepadanya setidaknya bulan Januari tahun 2020, apakah mereka bisa mengemban tanggungjawab itu atau tidak.

“Saya kira ada pilihan-pilihan yang bisa diputuskan segera. Tapi saya minta nanti di bulan Januari sudah ada kejelasan mengenai ini karena ini saya tunggu sudah 5 tahun,” tegasnya.

Kilang TPPI sendiri sudah dibangun sejak lebih dari dua dekade lalu, namun kemudian tersendat karena beberapa masalah. Setelah TPPI diakuisisi, PT Pertamina (Persero) akan membangun TPPI menjadi pabrik petrokimia terpadu.

Presiden kemudian mengatakan, bahwa jika kilang petrokimia tersebut telah berproduksi secara penuh, maka TPPI memiliki potensi yang bisa menghemat devisa hingga 4,9 milia dolar AS atau sekitar Rp 56 triliun.

“Ini kalau bisa nanti produksinya sudah maksimal bisa menghemat devisa 4,9 miliar dolar AS. Gede sekali. Kurang lebih Rp 56 triliun,” papar Presiden.

“Ini merupakan substitusi. Karena setiap tahun kita impor, impor, impor. Padahal kita bisa buat sendiri, tapi tidak kita lakukan,” imbuhnya. []

Temukan kami di Google News.