Pengamat Intelijen : Waspada Isu Uighur, Amerika-China Sedang Perang Dagang

Donald Trump dan Xi Jinping.

Inisiatifnews – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menyayangkan suara-suara aksi bela muslim Uighur di Xinjiang China menggema begitu keras dewasa ini. Ia juga khawatir propaganda itu hanya menyebar tanpa ada penekanan yang jelas tentang riset secara ilmiah namun hanya bermodalkan penyebaran konten via internet belaka.

“Kebanyakan yang teriak-teriak soal Palestina dan Uighur modalnya adalah konten di sosmed tanpa pernah riset ilmiah apalagi datang ke lokasi untuk verifikasi faktual,” kata Stanislaus dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Sabtu (21/12/2019).

Bacaan Lainnya

Bagi mereka yang memviralkannya itu, juga dinilai Stanislaus adalah mereka yang merasa paling tahu sendiri peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Dan sialnya mereka ini merasa paling benar paling tahu segalanya,” ujarnya.

Meskipun ia tak begitu mempermasalahkan propaganda yang tengah merebak itu, ia hanya ingin mencoba mengingatkan bahwa ada potensi secound agenda di balik polemik yang tengah populer di kalangan masyarakat di akhir tahun ini.

Di mana kata Stanislaus, ada perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang bisa saja merupakan dampak di balik polemik bela Muslim Uighur itu.

“Hati-hati bersikap tentang Uighur tanpa tahu fakta sesungguhnya, saat ini sadang terjadi perang dagang antara Amerika vs China,” terangnya.

Jika dugaanya benar ada kepentingan Amerika Serikat dalam konteks perang dagang mereka dengan negara Tirai Bambu itu dengan isu Muslim Uigur, Stanislaus berpendapat bahwa negeri Paman Sam akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

“Tentu saja Amerika akan sangat senang jika China disibukkan dengan isu-isu terkair Uighur apalagi jika reaksinya sampai boikot produk dari China,” tuturnya.

“Ini sikap yang sangat membahagiakan Amerika,” tambah Stanislaus. [NOE/RED]

Temukan kami di Google News.