Intelektual Muda NU Nilai Elite Belum Gereget Tangkal Radikalisme

Abdul Ghofur
Intelektual Muda NU, Abdul Ghofur saat paparkan materinya. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Ghofur menilai bahwa semangat untuk memberantas paham-paham radikal dan ekstremis di Indonesia masih belum ada di kalangan elite bangsa ini.

Hal ini disampaikan bahwa masih banyak para elite yang masih bisa tertawa di saat Indonesia tengah terancam dengan masifnya paham-paham separatis itu.

Bacaan Lainnya

“Aktivis NU dan Muhammadiyah paling kencang lawan ekstremisme, tapi elite kita kok masih santai bisa haha-hihi,” kata Ghofur dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Namun begitu, ia juga memberikan kritikan pada organisasi Islam besar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah. Masih masifnya gerakan dan paham ekstreme dan radikal di Indonesia barang kali karena upaya yang dilakukan tidak sampai menyentuh elemen akar rumput.

“Di bawah ada iliterasi terhadap persoalan agama. Banyak masyarakat agama membabi buta di dalam persoalan keagamanaan. Saya berpendapat, jangan-jangan teman-teman NU dan Muhammadiyah dan teman-teman aktivis Cipayung nggak sampai akar rumput,” ujarnya.

Ghofur memberikan catatan kepada para elite khususnya, bahwa paham radikal, ekstremis dan intoleransi akan tumbuh subur dengan masih adanya persoalan kesejahteraan dan urusan dapur.

Ia mengatakan narasi-narasi kelompok tersebut akan sangat mudah masuk dan meluas karena ada narasi frustasi dengan kondisi nasional dengan adanya harga-harga mahal dan kebutuhan pokok sulit. Jika memang mau memberantas paham tersebut, maka poin-poin itu yang harus dientaskan terlebih dahulu.

“Ancaman nyata itu ada, bumbu dapur naik ancaman nyata, gas habis ancaman nyata. Jadi ancaman nyata itu ada. Kalau sudah urusan perut, itu ancaman nyata. Dan itu mudah dimanfaatkan kelompok mereka,” tuturnya. []

Temukan kami di Google News.