Median Nilai Parpol Pendukung Jokowi Tak Setuju Ibukota Pindah

Direktur Lembaga Riset Median, Rico Marbun.

Inisiatifnews – Direktur Lembaga Riset Median, Rico Marbun menyebutkan bahwa mayoritas partai politik pendukung Joko Widodo tak setuju dengan rencana memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurut Rico, hanya PDIP sendiri (45,3 persen) yang setuju jika ibu kota pindah.

Bacaan Lainnya

Mayoritas pemilih Golkar (47,3 persen), Nasdem (40,3), PKB (26), PPP (35), Gerindra (57,6), Demokrat (50), PKS (55) dan PAN mengaku tak setuju.

“Kader PDIP yang menyatakan tak setuju juga cukup banyak yakni 39,7 persen,” ungkap Rico saat pemaparan  hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Rico menambahkan, bisa saja terjadi penolakan terhadap rencana Jokowi ini parlemen. Terutama jelang rapat di DPR.

“Kareja partai akan mengikuti suara pemilih mereka,” jelas Rico.

Banyak juga responden yang mempertanykan anggaran Rp 466 triliyun yang dipakai untuk memindahkan ibu kota.

“Selama ini tak jelas anggaran darimana dan digunakan untuk apa saja,” kata dia.

Apalagi, penggunaan gedung-gedung eks Kementerian yang bakal digunakan tak jelas peruntukannya.

Rico beranggapan, hal ini bisa berdampak negatif bagi Jokowi kedepan.

“Jika mayoritas konstituen tak setuju,tentu partai akan mengikutinya. Karena khawatir bisa saja ia kehilangan pemilih hanya karena memilih mendukung rencana Jokowi,” jelas Rico.

Apalagi, Pemilu 2024 bakal menjadi pertaruhan bagi partai.

“Mereka bakal menjaga suara mereka bahkan berni menolak program populis;” ungkap Rico.

Mayoritas responden, lanjut Rico, menilai banyak program prioritas yang perlu diselesaikan.

“Seperti masalah ekonomi, penganggran, infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penegakan hukum yang tumpang tindih,” ungkap Rico.

Sebelumnya, dalam hasil survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Median, mayoritas responden (45,3 persen) tak setuju jika ibu kota dipindahkan dari Jakarta.

Hanya 40,7 persen saja yang setuju ibu kota dipindah.

Survei ini melibatkan 1.000 responden pada 26-30 Agustus dengan margin of error mencapai 3,09 persen. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

“Sampel dibagi secara proposional dan menggunakan multistage random sampling;” jelas Rico. []

Temukan kami di Google News.