Hendrik Apresiasi Kinerja Polri dan TNI Dinginkan Suasana Papua

Hendrik Yance Udam
Ketua Umum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN INDONESIA), Hendrik Yance Udam. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN INDONESIA), Hendrik Yance Udam menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo yang selama ini telah banyak berbuat untuk Papua.

“Situasi terkini yang ada di tanah Papua, sebagai anak asli Papua saya apresiasi Presiden yang sudah membangun Papua yang jauh lebih baik dari kemarin,” kata Hendrik mengawali di Food Hall Starbucks Coffe, Pondok Indah Mall 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019).

Bacaan Lainnya

Dan untuk penanganan konflik di Papua dan Papua Barat, Hendrik juga mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang datang langsung ke Papua. Dan menurutnya, kehadiran dua pimpinan lembaga keamanan dalam negeri tersebut berhasil menetralisir suasana di Papua.

“Saya juga berterima kasih kepada bapak Kapolri dan Panglima TNI yang terjun langaung ke Papua. Dan hal tersebut, bisa mendinginkan suasana di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Hendrik memandang apa yang terjadi di Papua merupakan buntut dari peristiwa rasial di depan asrama Mahasiswa Papua di Jawa Timur. Dan bagi Hendrik, peristiwa tersebut murni tindakan pelanggaran pidana yang seharusnya mendapatkan respon hukum setimpal.

“Apa yang terjadi di Surabaya itu murni tindakan pidana dan bisa diselesaikan dengan hukum yang berlaku,” terang Hendrik.

Dan menurutnya, apa yang terjadi di Surabaya tersebut diyakini bukanlah sikap yang mewakili dari masyarakat Jawa Timur sendiri. Karena selama ini banyak masyarakat di Jawa Timur yang justru peduli dengan masyarakat Papua.

“Oknum yang melakukan penyataan tersebut, tidak mewakili masyarakat Jawa Timur dan khususnya tidak mewakili rakyat Indonesia. Karena, rakyat Indonesia masih cinta Papua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hendrik pun menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi dengan seruan-seruan yang justru memecah-belah bangsa, termasuk Papua sendiri.

“Saya meminta masyarakat di tanah Papua agar tidak mudah terprovokasi,” serunya.

Dan kepada aparat penegak hukum, Hendrik juga meminta agar proses penegakan keadilan harus dilakukan sebaik-baiknya. Baik itu bagi oknum atau pihak yang menjadi pemicu kegaduhan tersebut dengan narasi rasial, hingga menemukan dan memproses hukum siapa pelaku pembuang bendera merah putih ke selokan di depan asrama Mahasiswa Papua itu.

“Aparat penegak hukum juga segera memberitahukan kepada publik oknum yang terlibat dalam kasus isu yang berbau rasialis itu. Dan oknum yang membuang bendera merah putih saat kejadian tersebut, segera tangkap dan dihukum,” tegas Hendrik.

Terakhir, ia meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi menggunakan isu rasial seperti itu. Apalagi kegaduhan yang terjadi sudah menjadi perhatian internasional.

“Saya berharap tidak lagi memanfaatkan isu rasialis ini, agar tidak diboncengi oleh kepentingan tertentu. Isu ini juga sudah menjadi isu internasional juga,” tutupnya. []

Temukan kami di Google News.