Tak Ada Yang Berani Kritik Ketum PKB, Lukman Edy Siap Jadi Oposisi

Lukman Edy
Muhammad Lukman Edy.

Inisiatifnews – Lukman Edy, mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak masuk dalam kepengurusan DPP PKB periode 2019-2024. Lukman Edy memilih menjalankan peran oposisi dalam internal partai berbasis massa warga Nahdliyin ini.

Meski mengklaim patuh terhadap putusan partai, Lukman akan tetap melakukan koreksi dan kritik. “Saya akan melakukan koreksi terhadap kebijakan partai yang merugikan partai. Juga akan tetap menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kebesaran PKB, di luar struktur DPP partai,” kata Lukman Edy di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Lukman menilai, fungsi koreksi sudah tidak berjalan sama sekali selama kurun 10 tahun terakhir, kepemimpinan Ketua Umum Muhaimin Iskandar. Diungkapkannya, di internal partai tidak ada yang berani melakukan kritik terhadap kebijakan ketua umum.

Untuk diketahui, soal kepengurusan DPP PKB, Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziah mengungkapkan, dirinya sebetulnya sudah meminta kesediaan semua pengurus lama untuk mengabdi kembali di pengurusan 2019-2024. Form kesediaan itu diumumkan melalui grup WhatsApp.

“Yang bersangkutan (Lukman Edy) berarti tidak mengisi form kesediaan,” ujar Ida Fauziah di kantor DPP PKB, Jakarta.

Menurutnya, pengumuman tersebut dilakukan terbuka. Eks Sekjen lainnya, Abdul Kadir Karding bersama Lukman juga tergabung dalam grup WhatsApp DPP PKB itu . “Semua diperlakukan sama dan Saya yang mengumumkan dan meminta langsung kesediaan itu di grup WA,” ujar Ida.

Akan tetapi, sebenarnya, tanda-tanda Lukman
dan Karding tidak masuk kepengurusan sudah tercium saat keduanya tidak diundang ke Muktamar V PKB di Bali 2022 Agustus 2019 lalu. Lukman mengaku tidak mendapat undangan dari panitia. Karding juga tak diundang beserta dengan para tenaga ahli dan departemen-departemen yang selama ini kerap membantu Lukman dan Karding di parlemen.

“Ya, mungkin kita dianggap mendukung Mas Karding,” ujar Lukman.

Selain itu, Karding sering berbeda pendapat dengan Ketua Umum. Beberapa bulan lalu, Cak Imin mencopot Karding dari kursi Sekjen PKB dan menggantinya dengan Hanif Dhakiri. Karding juga digeser dari Komisi III ke Komisi VII DPR.

Lukman sendiri membenarkan dirinya dapat surat dari Ida Fauziyah soal kesediaan menjadi pengurus DPP PKB. Namun, dia enggan mengisi kuesioner tersebut. Semua pengurus DPP yang lama memang diminta membuat surat pernyataan bersedia menjadi pengurus. Ia tidak mengirimkannya. Alasannya apa? Kata Lukman, dia tak cocok pasca Muktamar Bali.

“Selamat bekerja, semoga sukses. Dan tentu harus kerja keras, terutama tidak mengecewakan Ketum. Karena kalau Ketum tidak berkenan, sewaktu-waktu bisa diganti di tengah jalan, karena Ketum sebagai mandataris tunggal,” sindirnya. (FMM)

Temukan kami di Google News.