Yenny Wahid Minta NU Tak “Ngemis” Jabatan

Yenny Wahid
Yenny Wahid.

Inisiatifnews – Putri Presiden KH. Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya diwakili oleh satu partai, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Nahdliyin, sebutan bagi warga NU, juga menyebar di semua partai.

NU juga tidak pernah meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bacaan Lainnya

“NU itu tidak hanya diwakili PKB. Kader kami ada di semua partai. Tapi kami juga tidak pernah meminta jabatan,” ujar Yenny Wahid di Grand Inna Bali Beach, Bali dua hari lalu.

Ditegaskannya, NU mestinya tidak dalam posisi meminta-minta jabatan. Ia meminta kader menjaga muru’ah gerakan dan organisasi.

“NU itu usianya lebih tua dari republik ini. Jadi kami tetap akan menjalankan fungsi untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, untuk mendorong pemerintah agar tercapai kesejahteraan,” katanya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur K.H. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) blak-blakan meminta jatah menteri dalam jajaran kabinet Jokowi-Ma’ruf selanjutnya. Dukungan politik dan kontribusi tokoh serta nahdliyin dalam kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, sangat signifikan.

Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar juga mengatakan, telah menyiapkan kader terbaik untuk diajukan sebagai menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo periode 2019-2024. Belakangan, para petinggi PKB malah meminta agar jatah NU dan PKB dibedakan. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan sedang mengupayakan agar jatah PKB dan NU dipisahkan.

Eks Menteri Riset dan Teknologi Era Presiden Gus Dur, Prof. Muhammad A.S Hikam lewat akun Twitter-nya, @mashikam, juga setuju dengan pernyataan Yenny. “NU & Posisi dalam kabinet. Beberapa tokoh NU (PB NU & PW NU) kok gak pada punya muru’ah (dignity), dengan minta atau bahkan menuntut jatah menteri kepada Pak Jokowi politisi yang mewaliki parpol,” tulis A.S Hikam.

“Saya membaca kabar begitu kok rasanya jadi malu dan ngenes banget. Setuju pol sama pandangan Mbak Yenny Wahid. NU gak usah minta-minta jabatan,” tandas Pengamat Politik President University ini.

Pandangan Prof. Hikam pun diamini warganet dengan akun @_Sai_ful. “Terjebak kemenangan melupakan niat utama perjuangan mungkin pak,” sindir dia disambut netizen pemilik akun @slametoh juga miris. “Memang memalukan pakai nuntut-nuntut jatah menteri.” (INI)

Temukan kami di Google News.