Inisiatifnews – Mengerikan. Sekitar 23 persen mahasiswa terpapar radikalisme dan setuju pembetukan negara khilafah. Informasi ini diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (10/7/2019).
Ryamizard memaparkan, sekitar 23,4 persen mahasiswa setuju dengan jihad dan memperjuangkan negara Islam atau khilafah. Sementara pelajar di tingkat SMA jumlahnya sekitar 23,3 persen. Sedangkan 18,1 persen pegawai swasta mengatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila, PNS 19,4 persen, dan pegawai BUMN 9,1 persen.
“Saya selalu berpandangan jauh ke depan, kalau ini dibiarkan, ini sudah 3 persen TNI. BUMN banyak, PNS juga banyak, kemudian mahasiswa, siswa banyak. Ini kalau dibiarkan terus berlipat-lipat,” ingat Menhan.
Untuk meminimalisirnya, Ryamizard rencananya akan menghidupkan kembali resimen mahasiswa (Menwa) di perguruan tinggi. Kemenhan akan mengawasi pelaksanaan organisasi kemahasiswaan tersebut. Rencana ini akan dibicarakan lebih mendalam dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dan universitas-universitas di Indonesia.
Ryamizard memprediksi, jika paham radikalisme dan ideologi anti Pancasila sertaNKRI dibiarkan bahkan terpelihara, bukan tidak mungkin 30 tahun ke depan, negara ini akan hancur dan bubar. Padahal, masa keberlangsungan dan keutuhan bangsa Indonesia ada di tangan mahasiswa serta anak muda.
“Kalau 30 tahun lagi mahasiswa itu jadi pejabat, jadi presiden, Panglima TNI, dan Kapolri. Kemudian penegakan khilafah, selesai bangsa ini. Bisa jadi banyak teroris segala macam, bom, mengerikan,” tutur Ryamizard dengan nada khawatir.
Karenanya, sangat perlu ditanamkan pemahaman bela negara sejak dini. Apabila bela negara telah melekat dan mendarah daging, Indonesia akan menjadi negara yang besar dan kuat.
“Indonesia ada 267 juta. Kalau 200 juta bela negaranya hebat, tidak ada satu negara yang mampu merusak kedaulatan negeri kita. Bela negara 100 juta saja udah teriak-teriak orang,” ujar mantan Kepada Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini. (FMM)
