Dua Kali Akomodir HTI, GP Ansor Jaksel Duga Pemprov DKI Sengaja

GP Ansor
Ilustrasi NU Online.

Inisiatifnews – Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Selatan, Sulton Mu’minah menduga bahwa ada unsur kesengajaan mengapa Pemprov DKI Jakarta mengakomodir pihak yang terafiliasi dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan oleh pemerintah melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta itu.

“Pantauan kita, ini sudah yang kedua kalinya ya. Kami rasa Pemprov membiarkan,” kata Sulton kepada Inisiatifnews.com, Selasa (25/6/2019).

Bacaan Lainnya

Pertama menurut Sulton adalah beredarnya surat undangan dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta. Dimana dalam undangan yang ditandatangani oleh Kepala Dinasnya atasnama Tuty Kusumawati terlampir beberapa daftar undangan. Dua diantaranya adalah eks elemen HTI yakni Muslimah HTI dan Indonesia Tanpa Feminis.

Meskipun kabarnya acara tersebut ditunda, namun undangan rapat pembahasan konten poster anti kekerasan perempuan dan anak itu menuai kontroversi dan membuat geger publik.

Dan kali ini yang disoroti adalah undangan dari Sekretariat Dewan Pengurus Korps Pegawai Negeri Sipil (Korpri) Pemprov DKI Jakarta. Dimana rencananya mereka mengundang Felix Siauw dalam kajian bulanan yang akan digelar pada hari Rabu (26/6) di Masjid Fatahillah Jakarta.

Melihat kondisi ini, Sulton pun menyampaikan protesnya dan meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta Saefullah untuk membatalkan undangan terhadap Felix Siauw tersebut.

“Kita mendesak Gubernur dan Sekretaris Daerah membatalkan acara tersebut,” kata Sulton.

“Kami akan mengirimkan 100 personil Banser besok,” imbuhnya.

[NOE]

Temukan kami di Google News.