Fahri Hamzah Goreng Isu KPPS Meninggal, Dijawab “Mateng” Oleh KPU

Fahri Hamzah

Inisiatifnews – Persoalan banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya di Pemilu 2019 ini, tampaknya terus disoroti oleh berbagai pihak termasuk pihak kelompok pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02. Salah satunya adalah Fahri Hamzah.

Wakil Ketua DPR RI sekaligus eks politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan dalam akun twitternya, bahwa dalam pemilu 2019 ini banyak sekali orang meninggal. Bahkan ia menyebutkan bahwa jika di pemilu sebelumnya tidak ada orang yang sampai meninggal karena mengurus Pemilu.

Bacaan Lainnya

“Kenapa pemilu sebelumnya orang tidak meninggal ya? Adalah apa di pemilu 2019? #AdaApaDiTPS,” tulis @Fahrihamzah, Minggu (5/5/2019) lalu.

Kicauan Fahri ini pun akhirnya mendapatkan respon dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dimana salah satu komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi memberitahukan bahwa dalam catatan KPU sendiri, pada pemilu tahun 2014 lalu ternyata ada petugas KPPS yang sampai meninggal dunia.

Bahkan jika dibandingkan dengan effort yang tidak begitu besar dari Pemilu 2019 yang menggunakan lebih banyak kertas suara di dalamnya.

“Mohon maaf, bung @Fahrihamzah. Berdasarkan data KPU, petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu legislatif 2014 sebanyak 144 orang (saat itu masih 4 surat suara),” jawab Pramono dalam kicauan di akun twitternya @PramonoUtan hari ini.

Melihat data KPU itulah, Pramono menyebutkan bahwa apa yang disampaikan Fahri tersebut ada unsur disinformasinya.

“Jadi salah kalau dibilang, tidak ada petugas yang meninggal di Pemilu sebelumnya. Demikian untuk dimengerti,” sambungnya.

Berdasarkan hasil rangkuman, bahwa memang dalam proses pemungutan suara di Pemilu yakni Pemilihan Legislatif tanggal 9 April 2014 menyisakan duka. Dalam pemilu yang hanya menjadi ajang perebutan korusi anggota legislatif itu setidaknya ada tiga orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di tiga lokasi meninggal dunia saat bertugas di tempat pemungutan suara (TPS).

Hal ini seperti yang pernah disampaikan oleh Komisioner KPU saat itu yakni Sigit Pamungkas.

“Ketua KPPS di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, meninggal dunia setelah pingsan di saat pemungutan suara,” kata Sigit Pamungkas, Kamis (10/4/2014).

Selain itu, Yusirwan, anggota KPPS di TPS 9, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu.

Sigit menuturkan, Yusirwan meninggal dunia pada pukul 19.00 WIB ketika sedang melakukan penghitungan suara.

“Selain itu ada Ketua KPPS untuk TPS 15 di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Yang bersangkutan meninggal ketika sedang menjalankan tugas penghitungan suara,” kata Sigit.

Temukan kami di Google News.