Guntur Romli Nilai Andre Taulany Diincar Kelompok Radikal Karena Dukung Jokowi

Inisiatifnews – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menilai bahwa pelawan Andre Taulany itu menjadi salah satu incaran kelompok radikal karena dukungan politiknya kepada Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

“Andre Taulany diincar kelompok radikal hanya karena dia menudukung Jokowi, bukan karena candaannya yang biasa saja,” kata Guntur Romli dalam kicauan di akun twitternya @GunRomli, Minggu (5/5/2019).

Bacaan Lainnya

Bahkan ia pun membandingkan sikap kelompok yang sempat keras ingin mempolisikan Andre Taulany itu ketika dihadapkan dengan kasus Evie Effendi, pendakwah muda yang sempat menafsirkan salah satu surat dalam Al Quran yang menyatakan bahwa makna tersesat di dalam makna ayat itu adalah Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul sempat tersesat jalan hidupnya.

“Dibanding dengan perkataan Evie Effendi yang pernah bilang Nabi Muhammad SAW sesat lebih parah,” tuturnya.

Maka dari itu, Guntur Romli pun berpedapat bahwa kasus Andre Taulany ini bukan murni upaya penegakan hukum melainkan hanya sebatas kepentingan kapitalisasi politik pihak-pihak tertentu saja.

“Jadi kasus Andre Taulany ini kasus politis yang merupakan imbas dari pilpres, Evie Effendi yang pernah bilang Nabi Muhammad SAW sesat malah tidak jadi masalah bagi kelompok radikal,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa lawakan Andre Taulany itu berlangsung pada tahun 2017 dimana dalam salah satu program Ini Talkshow yang dipandu oleh dirinya dan Enthis Sutisna (Sule) di salah satu televisi swasta itu menghadirkan penyanyi solo Virzha.

Saat itu Virzha sedang ditanya tengan bisnis barunya yakni jualan parfum. Kemudian Sule pun menanyakan alasan mengapa berjualan parfum itu menjadi salah satu bisnis yang harus digeluti oleh artis jebolan ajang pencarian bakat itu.

Mendapati pertanyaan Sule, Virzha pun menjelaskan bahwa dirinya termotivasi oleh Nabi Muhammad SAW yang diyakininya memiliki aroma harum bagaikan bunga di sekujur tubuhnya.

Mendengar jawaban Virzha itu, Andre pun mendadak menimpali dengan menyebut aroma bunga seperti kebun. Dan candaan Andre inilah yang diputar kembali saat ini sehingga menimbulkan kemarahan bagi banyak masyarakat luas.

Usai mendapatkan hujatan semacam itu, Andre pun sudah mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bertemu dengan Ketua Komisi Dakwah MUI Kiyai Cholil Nafis untuk menyampaikan permintaan maafnya pada hari Minggu (5/5).

Temukan kami di Google News.